1.906 Orang Ahli Waris Di Sulteng Siap Terima Dana Stimulan Korban Bencana

Penguburan massal Jenazah Korban bencana alam Gempabumi,Tsunami dan Likuefaksi disulteng di pekuburan umum Poboya, (Foto:portalsulawesi)

Palu,portalsulawesi.id-Dana stimulan dan dana duka Korban bencana di Sigi,Donggala dan Kota Palu akan segera disalurkan pemerintah daerah,pemerintah pusat lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah mentransfer sejumlah dana ke rekening Pemda masing masing  untuk keperluan tersebut

Hal ini diungkapkan Kepala BNPB Pusat,Letjen Doni Monardo ketika meninjau pembangunan Hunian tetap di kelurahan Tondo,Kota Palu ,Jumad (19/4/2019).

“Dana stimulan dan santunan duka tahap satu sudah kita transfer ke rekening masing-masing daerah. Selanjutnya akan daerah yang akan mengelola dan menyalurkan dana-dana tersebut,” kata Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo kepada wartawan.

Didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Doni menjelaskan jika dana stimulan dan santunan duka tahap satu itu diberikan kepada sekitar enam ribu korban.

“Dana stimulan tahap satu diberikan kepada 4.502 pemilik rumah yang rumahnya rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Sedangkan santunan duka diberikan kepada 1.906 ahli waris,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Sulteng Longki Djanggola menjelaskan dana-dana tersebut ditransfer oleh BNPB ke rekening instansi daerah di tingkat provinsi kemudian oleh instansi daerah mentransfer dana itu ke rekening instansi daerah di tingkat kabupaten dan kota.

“Itu untuk koban bencana dan pemilik daerah yang terdampak bencana di Sulawesi Tengah yah,” singkatnya.

Namun baik Doni Monardo maupun Longki Djanggila tidak merinci besaran dana stimulan dan santuna duka tahap satu yang telah ditransfer ke rekening daerah.

Untuk dana stimulan akan dikelola dan dicairkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Sementara santunan duka akan dicairkan dan dikelola oleh Dinas Sosial (dinsos).

“Pencairan dana stimulan dan santunan duka ini bertahap,” lanjutnya.

Bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang meluluhlantahkan empat daerah di Sulteng itu mengakibatkan ratusan ribu rumah rusak berat, sedang, ringan bahkan hilang dan rata dengan tanah serta ribuan jiwa meninggal dan hilang.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola janji pencairan dana santunan duka bagi ahli waris korban meninggal dunia bencana Sulteng berlangsung pekan depan.

Menurut Longki Djanggola, pada pencairan tahap pertama, jumlah penerimanya sebanyak 1.906 orang ahli waris. Pencairannya melalui lembaga yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Sementara sisanya akan dicairkan pada pencairan tahap berikutnya.

“Mudah-mudahan dana santunan duka sudah dapat diterima oleh ahli waris pada minggu depan,” ungkap Longki Djanggola.

Sementara Letjend TNI Doni Monardo menegaskan, jika dana santunan duka telah disalurkan oleh pihak BPBN ke Kementerian Sosial, dan saat ini tinggal menunggu waktu pencairan.

“Dananya telah masuk ke Kementerian Sosial, akan segera disalurkan,” tuturnya.

Informasi terkait akan dicairkannya dana santunan bagi korban bencana di sulteng ditanggapi beragam warga penyintas bencana,ada yang senang mendengar kabar ini ada pula yang pesimis dengan informasi yang disampaikan pemerintah tersebut.

Rizal (46),salah satu warga yang rumahnya hancur di terjang Tsunami di pesisir teluk palu dikelurahan talise berharap pemerintah betul betul merealisasikan janji pencairan tersebut,dikarenakan dirinya sudah sangat jenuh dengan janji janji pemerintah terkait nasib para korban bencana alam tersebut.

“jika benar dana itu cair,Alhamdulillah,Cuma kalau saya nanti ada betul ditangan uang santunannya baru saya bilang betul,capek kami dijanji oleh pemerintah “ ungkap Bapak yang harus menerima dua anaknya hilang serta rumahnya porak poranda diterjang Tsunami .

Muhajir,(53) warga Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru juga senada dengan Rizal,menurutnya dia bersama warga lain sekarang tengah berupaya hidup mandiri tanpa banyak berharap dengan bantuan yang dijanjikan pemerintah.

Saat ini dirinya memilih menjadi kuli bangunan untuk menyambung hidup keluarganya pasca bencana 28 september 2018 silam,pria yang kehilangan rumah dan tanah persawahannya yang hancur digulung lukuefaksi di Desa Jono mulai apatis dengan bantuan yang dijanjikan pemerintah terhadap korban bencana tersebut.

“Ada dana bantuan itu syukur,tidak ada juga kami pasrah,sekarang bagaimana caranya bisa kasih makan keluarga ,kendati jadi buruh bangunan yang penting bisa penuhi kebutuhan keluarga dan halal “ ujarnya polos. ***

Penulis : Heru

Exit mobile version