Donggala,Portalsulawesi.id — Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan menegaskan komitmennya memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi pesisir pada awal 2026. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir, peningkatan kapasitas budidaya, serta integrasi program “Berani Tangkap” dan “Berani Budidaya” sebagai strategi pembangunan berkelanjutan sektor perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf, yang kembali dipercaya memimpin instansi tersebut, menempatkan pemberdayaan nelayan sebagai prioritas kebijakan.
Menurut dia, pendekatan yang mengombinasikan aktivitas penangkapan dan budidaya diharapkan mampu menciptakan sistem produksi yang lebih stabil, adaptif, dan berdaya saing. “Integrasi dua program ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya,Senin.,(16/02/2026).
Selain penguatan produksi, pemerintah daerah juga melanjutkan program fasilitasi legalitas dan perlindungan nelayan melalui distribusi Kartu Kusuka serta sertifikat tanah elektronik di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Sojol dan Sojol Utara. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat akses nelayan terhadap layanan perbankan, bantuan pemerintah, serta kepastian hukum atas aset produktif mereka.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang mencapai Rp1,197 triliun. Pemerintah daerah memprioritaskan alokasi anggaran untuk sektor strategis, termasuk pengembangan perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Bahkan, sektor ini juga masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan satu kelurahan dan dua desa di Donggala ditetapkan sebagai kawasan pengembangan perikanan terintegrasi.
Tak hanya berdimensi ekonomi, sektor perikanan juga berkontribusi dalam agenda pembangunan manusia. Dinas Perikanan Donggala secara aktif mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui program pembagian ikan segar di desa-desa. Program ini bertujuan meningkatkan asupan protein masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, sekaligus mengedukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi berkualitas.
Melalui kombinasi penguatan produksi, dukungan anggaran, dan intervensi sosial berbasis pangan lokal, Pemerintah Kabupaten Donggala optimistis sektor perikanan akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(***)
Pewarta:Basrudin
