Poso,portalsulawesi.id– Jumiatun Muslimayatun alias Delima, istri Abu Wardah alias Santoso ditangkap di Tambarana, Poso. Dia ditangkap tanpa perlawanan oleh Tim Batalyon 303 Rider Kostrad, yang menjadi bagian dari Satgas Tinombala di hutan Belantara Dikawasan pegunungan Tambarana,Poso Pesisir.
“Diperintahkan oleh Satgas Tinombala untuk mengejar (istri Santoso dan 1 wanita lainnya) dan saya belum memastikan apakah itu istrinya Santoso tapi seorang wanita disergap oleh Batalyon 303 Rider Kostrad,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai menghadiri upacara pembukaan Kejuaraan Nasional Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) 2016 di Oesman Sapta Odang (OSO) Sports Center, Komplek Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/07/2016) lansir beberapa media dijakarta.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto membenarkan tertangkapnya Istri terduga Teroris Santoso yang sering dipanggil Atun tersebut,penangkapan yang tanpa Perlawanan dilakukan oleh satuan tugas Batalyon 303 Rider Kostrad.
“setelah diperiksa kesehatannya Istri Santoso akan dibawa ke Mapolda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan lanjut “Ungkap Kabid Humas Polda Sulteng tersebut.
Selain Ummi Delima alias Atun, seorang perempuan lainnya yakni Nurmi dan seorang lagi yang diduga Basri berhasil meloloskan diri dalam baku tembak pada Senin (18/7) di hutan Poso. Pada peristiwa tersebut Santoso dan Muchtar tewas akibat kontak senjata dengan Satgas Tinombala.
Penulis :Taufan
