Blokade Trans Sulawesi, Warga Ultimatum Gubernur.

Donggala,Portalsulawesi.id-Sekitar dua ribu orang memblokade Jalan Trans Sulawesi di pertigaan Kelurahan Kabonga Kecil, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/02/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan mendalam warga terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dinilai tidak merespons tuntutan masyarakat secara serius.

Massa menutup total badan jalan menggunakan kayu, sepeda motor, dan mobil pribadi. Mereka menegaskan, penutupan jalur nasional tersebut merupakan bentuk tekanan politik terbuka agar Gubernur Sulawesi Tengah datang langsung menemui warga di lokasi aksi. “Ini bukan sekadar unjuk rasa, ini ultimatum,” ujar salah seorang koordinator lapangan di tengah kerumunan massa.

Selama satu jam empat puluh lima menit, arus lalu lintas lumpuh total. Antrean kendaraan dari arah Palu mengular hingga Loli Pesua sejauh delapan hingga sembilan kilometer. Dari arah Pasangkayu menuju Palu, kemacetan mencapai Kelurahan Ganti sepanjang tiga kilometer, sementara dari Kota Donggala menuju Palu sekitar dua kilometer. Aktivitas warga, distribusi logistik, hingga transportasi umum terhenti.

Massa hanya mengizinkan kendaraan darurat melintas, seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, kendaraan PLN, serta mobil pengangkut ikan dan pasien sakit. Kendaraan lain dilarang melintas sampai Gubernur hadir. “Kami tidak akan buka jalan sebelum ada kejelasan,” kata peserta aksi.

Kapolres Donggala  AKBP.Angga Dewanto Basari turun langsung melakukan negosiasi dengan sepuluh perwakilan massa. Setelah pertemuan tertutup, disepakati bahwa blokade dibuka sementara. Polisi berjanji akan memfasilitasi pertemuan resmi antara perwakilan warga dan Gubernur Sulawesi Tengah pada Senin mendatang.(***)

Pewarta : Basrudin

 

Massa menegaskan, jika janji tersebut tidak direalisasikan, aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan digelar. Mereka menyebut blokade ini sebagai peringatan awal atas krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Exit mobile version