DAK Di Disdik Donggala, PPTK “Diduga” bermain Proyek

Donggala.Portal Sulawesi

Program penuntasan Rehabilitasi Ruang kelas di lingkungan Dinas pendidikan Donggala tahun 2016 tersandera oleh prilaku oknum PPTK,hal ini berdampak amboradulnya pelaksanaan pekerjaan di beberapa sekolah dasar penerima Dana Alokasi Khusus tersebut.

Dibeberapa sekolah diwilayah barat Donggala seperti dikecamatan Labuan,Sindue,sindue Tobata bahkan di Balaesang pekerjaan yang bersumber dana APBD Kabupaten Donggala terkesan dikerjakan asal asalan,parahnya pekerjaan yang seyogyanya dilakukan Panitia Pembangunan sekolah (P2S) dan telah memiliki Surat Keputusan dari Dinas Pendidikan malah dikerjakan pihak ketiga atau lazim disebut Rekanan.

Penunjukan Rekanan  disekolah sekolah penerima DAK konon atas arahan Oknum PPTK Dak Dikjar Donggala berinisial AS,selain diduga kuat melakukan praktik jual beli paket pekerjaan swakelola,oknum PPTK tersebut dilapangan sering mencatut nama Bupati Donggala Kasman Lassa untuk memperlancar aksi jual beli proyek DAK tersebut.

Salah satu Contoh sekolah yang dipihak ketigakan adalah SDN 8 Labuan di Desa Labuan Panimba kecamatan Labuan,sekolah yang tahun ini menerima kucuran Dana DAK dua paket yakni Pembangunan Ruang Kelas baru (RKB) dengan Anggaran Rp.227.810.000 serta Pembangunan Kantor sekolah Dasar Rp.123.000.00 sampai berita ini naik cetak telah selesai 100 persen.

Padahal dari data yang diperoleh kepala sekolah SDN 8 Labuan Rahim ,S.Pd ,pihaknya baru menerima kucuran dana sebesar Rp.105,243.000 dari total dana Rp.350.810.000,sementara dua pekerjaan fisik yang dilaksanakan disekolah tersebut sudah nyaris rampung. Menurut kepala sekolah saat dikonfirmasi pekerjaan di sekolah yang dia pimpin memang di mitrakan oleh rekanan yang ditunjuk oleh AS selaku PPTK Dak Dikjar Donggala tahun 2016.

“memang pekerjaan disini dikerjakan rekanan kami,itu semua atas petunjuk pak asdin selaku PPTK,kami takut membantah pak” ungkap kepala sekolah ditemui di sekolahnya belum lama ini,bahkan terungkap kalau para kepala sekolah di wilayah utara donggala atau umumnya disebut wilayah pantai barat ketakutan jika tidak mengindahkan “instruksi “ PPTK akan dimutasikan.

“Kami ketakutan pak jika tidak ikut perintah pak Asdin,kami akan dimutasi kepelosok,karena katanya ini atas instruksi Bupati,kami juga ada memberi uang kepada beliau sebagai uang jalan” jelas salah satu sumber terpercaya yang meminta namanya jangan di korankan.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala Bustamin saat dikonfirmasi membenarkan  praktik pungli tersebut ,padahal pihaknya telah mewanti wanti para kepala sekolah penerima DAK untuk tunduk kepada Juklak/Juklis DAK 2016,salah satunya adalah memfungsikan Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dan tidak memitrakan sekolah.

“Setiap saat saya ingatkan para Kepala sekolah untuk tidak terpengaruh terhadap siapapun,pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi sekolah yang dianggarkan dari dana DAK murni swakelola bukan dimitrakan,harus sesuai juklis dan Juklak. Tapi ada temuan begini saya segera tindak lanjuti dan laporkan kepada pak Kadis selaku atasan saya “ papar Bustamin.

Kadis Dikjar Donggala ditemui diruang kerjanya merasa kecolongan dengan adanya temuan wartawan dilapangan terkait pelaksanaan DAK disekolah sekolah Dasar yang di bisniskan oleh oknum PPTKnya,bahkan beliau berjanji akan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi kasus ini.

“Saya baru dengar dari anda kalau beberapa pekerjaan swakelola di sekolah Dasar penerima dana DAK dimitrakan,saya akan perintahkan Kabid Dikdas untuk turun lapangan melakukan investigasi,apalagi informasinya para kepala sekolah di intimidasi akan dimutasi jika tidak mau menerima Mitra dari arahan PPTK,ini mencoreng nama Dinas Pendidikan Donggala “ ungkap Rustam Efendi ketus.

Pernyataan Kadis Pendidikan Donggala tersebut bertolak belakang dengan kenyataan dilapangan,dikarenakan  ada salah satu sekolah penerima DAK di wilayah Kecamatan Balaesang yang sampai sekarang belum satupun kegiatan pekerjaan terlihat,padahal kepala sekolah selaku Kuasa pengguna Anggaran telah menerima dana 30 Persen dari total anggaran DAK,konon dana yang cair saat ini telah dititipkan kepada Kontraktor atas rekomendasi salah seorang staff Dinas Pendidikan Donggala yang kesehariannya bekerja sebagai Sopir pribadi Ibu kadis Dikjar Donggala .(TIM)

Exit mobile version