Donggala,Portalsulawesi.Id – Buntut dari ketidak jelasan nasib penyintas bencana 28 September 2018 Silam di Kabupaten Donggala khususnya diwilayah Kecamatan Banawa yang berbatasan langsung dengan Kota Palu , ratusan masyarakat Desa Loli Raya turun kejalan trans Sulawesi ruas Palu- Donggala.
Masyarakat Loli Raya yang tergabung dari beberapa desa loli bersaudara memblokade jalan ,puluhan mobil dan motor tampak menumpuk diruas jalan Palu- Donggala,Jum’at (28/08/2020).
Aksi Blokade jalan trans Sulawesi oleh warga Loli bersaudara buntut dari aksi penyintas bencana yang hingga saat ini kabarnya diabaikan oleh pemkab Donggala , ketidak jelasan penyaluran dana stimulan dan santunan duka oleh pemerintah membuat warga berang dan menagih janji pemerintah.
Dilansir dari suaradonggala.Id, Wiwin selaku Koordinator lapangan mengatakan bahwa Beberapa hari kemarin ratusan penyintas warga Loli Raya atau yang menamai Forum Penyintas Loli Raya datangi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Donggala menanyakan kejelasan dan kepastian dana stimulan yang entah dimana rimbanya dan ini adalah aksi ketiga kami memblokade jalan Palu – Donggala.
“Kami datang ke DPRD dan kantor Bupati untuk menanyakan nasib dana stimulant yang hanya menerima ucapan janji manis saja,” Ucap Wiwin.
Menurut Wiwin bahwa penyintas Loli Raya sudah murka dengan janji manis dari pemda maupun anggota legisltaif (Anleg) dimana mereka cuman memberikan surga telinga kepada kami.
“Kami ingin pemda dan dinas terkait datang ke tempat kami dan memberikan kejelasan serta kepastian kapan dana stimulan penyintas cair,” Jelas wiwin.***
Sumber : Suara Donggala.Id
Ditulis kembali : Heru
