Beranda News hukum kriminal Jalur Ekstrim Puncak Salena Kembali Telan Korban Jiwa

Jalur Ekstrim Puncak Salena Kembali Telan Korban Jiwa

1001
0

Palu, Portalsulawesi.id- Masyarakat Dusun Salena Kelurahan Buluri dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang diduga korban kecelakaan tunggal di jalur menuju puncak Salena, jenazah lelaki malang tersebut terkapar disalah satu sudut jalan di sekitar puncak salena.

Jenasah yang diperkirakan korban kecelakaan Tunggal ditemukan warga pada hari Sabtu 20 Februari 2021 sekitar jam 06.30.

Dari KTP yang ditemukan disekitar TKP diketahui korban adalah Mahasiswa dengan nama Abd Rahmat (22) beralamat di Jalan Btn. Lasoani

Selain Korban Meninggal dunia,salah satu rekan korban yang berjenis kelamin wanita tanpa identitas dalam kondisi kritis dan dalam perawatan intensif di RS.Anutapura Palu.

Menurut keterangan Bhabinkantibmas kelurahan Buluri Aipda Payapo Wani bahwa dirinya mendapatkan informasi terkait lakatunggal tersebut pada Hari Sabtu (20 /02/ 2021 ) sekitar pukul 08.30 Wita



Informasi disampaikan Melalui Telepon oleh salah seorang saksi yang juga Kepala RW Salena Tamin (49), bahwa terjadi kecelakaan tunggal di jalan Puncak paralayang salena yg mengakibatkan salah seorang pengendara Meninggal Dunia dan satu orang mengalami kritis.

Anggota Satlantas Polres Palu yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang di bantu Polsek Palu barat dan langsung mengamankan barang bukti serta menggelar olah TKP.

Jenasah korban dibawa ke RS.Bhayangkara Polda Sulteng untuk kepentingan identifikasi serta Visum .

Korban diperkirakan mengalami kecelakaan pada malam hari karena darah korban dikepala sudah mengering, korban juga mengalami luka di bagian kepala dan mulut serta luka di bagian rahang.

Saat ini menurut keterangan Kepolisan, belum ada pihak keluarga yang mengkonfirmasi terkait keberadan korban baik yang tewas ataupun yang kritis di dua rumah sakit dikota Palu tersebut.

Jalur menuju objek wisata Paralayang Salena merupakan jalur ekstrem dengan kondisi jalan yang tanjakannya  dan penurunannya sangat curam ,kendaraan roda dua khususnya jenis metik sangat rentan terjadi rem Blong akibat panas cakram yang berpotensi membuat sistem pengereman terganggu.***

Pewarta : Arie Ashari

Editor : Heru