Beranda lingkungan ” Kongkalikong ” Program Bantuan Stimulan Rumah di Salena

” Kongkalikong ” Program Bantuan Stimulan Rumah di Salena

1864
0
Salah satu rumah warga di salena yang menerima kucuran dana stimulan , tiang rumah warga yang memakai kayu yang terbelah ( dilingkar merah). Foto : Baim

Palu,Portalsulawesi.Id- Upaya pemerintah untuk memberikan bantuan stimulan rumah di kelurahan Buluri sepertinya berjalan setengah hati ,pasalnya bahan kayu yang diadakan untuk meterial rumah diduga kuat tidak sesuai spesifikasi.

Parahnya, bahan yang terkesan dipaksakan untuk dipakai masyarakat guna pembangunan rumah tersebut sebagian sudah terbelah dan diduga kuat berasal dari jenis kayu “murahan”.

Akibatnya, konstruksi rumah panggung yang dibangun dengan nominal Rp.30 juta per rumah berpotensi tidak layak huni.

Beberapa tiang penyangga rumah terlihat terbelah , demikian pula kayu penyangga lantai rumah dan papan lantai tampak tipis dan diduga tidak sesuai ukuran.

Diduga kuat jenis material kayu berasal dari jenis kayu daerah dengan kelas yang bermutu rendah, bahkan sebagian kayu tampak terbelah, melengkung bahkan ukurannya tidak simetris.



Dikonfirmasi via telepon genggamnya, Fasilitator pendamping Program bantuan stimulan rumah di lingkungan Salena ,Serlin bersikukuh bahwa jenis dan ukuran kayu sudah sesuai dengan RAB yang telah disepakati penerima bantuan dan pihak pemerintah.

” masalah kayunya sudah sesuai kesepakatan ,masyarakat sendiri yang membelinya sesuai kebutuhan rumah,kami tidak terlibat ” kilahnya.

Kepada portalsulawesi, Serlin mengatakan apa yang dikerjakannya telah sesuai dengan tipoksinya selaku fasilitator.
” dananya masuk kerekening warga,mereka sendiri yang menentukan beli dimana dan berapa banyak ” jelasnya ,Kamis ( 04/03/2021).

Tetapi ,hasil penelusuran media ini kebeberapa warga penerima bantuan, diketahui bahwa kerabat dekat fasilitator yang mendapat jatah pengadaan bahan baku kayunya.

” suami fasilitator yang mengantar kayu dari toko , kelompok swadaya yang dibentuk fasilitator cuma formalitas ” ungkap Hairul, salah satu warga penerima manfaat.

Menurutnya, masyarakat hanya menerima bahan dari pemerintah melalui fasilitator , penunjukan tempat pengambilan bahan kayu untuk rumah juga atas rekomendasi fasilitator.

Hal ini dibantahkan oleh Serlin selaku Fasilitator, dia berkilah bahwa masyarakat di Salena yang membeli lewat rekanan toko yang telah di tunjuk.

” kayu diambil dari toko dijalan hangtuah , itu atas persetujuan warga saat rapat ,ada berita acaranya ” jelas Serlin via telpon kepada portalsulawesi.

Kepala dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu, Zulkifli saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya berencana akan mengecek kembali laporan wartawan langsung ke pemilik rumah.

Saat diteruskan foto kondisi rumah yang sedang dalam proses pengerjaan, Selaku dinas yang bertanggungjawab mensukseskan program ini dirinya telah berupaya menegur pemilik rumah agar mengganti kayunya.

” kalau yang ini saya sda datangi pada pemilik untuk moganti kayunya supaya bagus karena bangunannya mereka sendiri” ungkapnya.

Program bantuan Stimulan Rumah di lingkungan Salena Kelurahan Buluri tahun 2020 dianggarkan untuk 22 Rumah dengan anggaran Rp.35 Juta persatu unit rumah /warga.

Total anggarannya ditaksir Rp.770.000.000 dengan metode pemberdayaan , upah tukang dalam program ini di bandrol Rp. 5 juta per unit rumah.

Masyarakat penerima manfaat mendapat tranferan dana dari pemerintah melalui rekening ke Bank yang ditunjuk , umumnya masyarakat penerima dana stimulan hanya bisa mencairkan dana upah tukang senilai Rp.5 juta baik secara langsung maupun diwakilkan.

” kami hanya bisa mencairkan upah tukang yang lima juta rupiah itu,selebihnya bahan dari pihak fasilitator yang siapkan ” kata Hairul.***

Pewarta : Heru