Donggala. Portalsulawesi.id–
Polemik proses pelelang proyek seragam sekolah SD,SMP makin memanas,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPKT kembali melakukan aksi protesnya didepan kantor ULP kabupaten donggala, Senin(25/8/25).
Dalam Orasinya, ketua KPKT Heri Soemena menegaskan jika pemeang tender proyek seragam sekolah SD, SMP sudah bermerek tentunya tidak perlu lagi ada proses tender.
“program pengadaan baju seragam SD, SMP yang menjadi program kerja Bupati Donggala itu sangat positif, membantu meringankan beban masyarakat yang tergolong miskin ekstrem,namun niat itu diduga tercederai dengan proses lelangnya melalui E-katalog yang disinyalir cacat secara administarasi”sebutnya.
“Dalam aturannya Proses sistem E-katalog itu mencari perusahaan yang melakukan penawaran paling rendah dan perusahaannya bergerak dibidang yang sudah ditentukan, namun ada perusahaan yang melakukan penawaran rendah dan menguntungkan daerah malah dikalahkan, kalau memang sudah ada pemenangnya tidak usah ditender, Stop pembodohan ULP” kata Hery.
Usai melakukan orasi, kepada wartawan Hery mengatakan, persoalan lelang paket di ULP ini disinyalir penuh dengan nepotisme.
“Bukan hanya masalah lelang pengadaan baju seragam sekolah yang ditengarai penuh masalah, proses lelang semua paket di Donggala diduga sudah diarahkan semuanya”terangnya.
“Ironisnya lagi panitia lelang ULP diduga hanya mencari celah dan kekurangan berkas penawaran perusahaan yang tidak diarahkan untuk dimenangkan demi perusahaan yang sudah ditentukan pemenangnya,
“Kebijakan pimpinan” menjadi alasan klasik yang selalu disampaikan oleh kabag ULP untuk berlindung dari pertanyaan wartawan”ujar Heri Soumena
Untuk itu dirinya meminta pihak APH segera masuk untuk melakukan pemeriksaan terhadap panitia lelang di kabupaten Donggala,
”Saya sementara kumpulkan semua data untuk membuat laporan, Pernyataan ini ditutup dengan satu kata “ULP stop lakukan pembodohan”, tutup Hery.
Sementara itu Kabag ULP Polin Hasibuan yang dikonfirmasi media ini melalui ponselnya 0821-9017-XXXX yang saat itu sedang diluar kota donggala mengatakan
“Ambil ancil punya berita bro“.
Mengutip dari harian metrosulawesi (beritanya ancil) Polin hasibuan mengatakan Menyangkut poster atau tulisan di dinding kantor saya Heri Soumena keliru, untuk E- katolog Baju seragam SD, SMP di proses didinas pendidikan bukan di ULP” kata Kabag ULP Pollin mengawali pembicaraanya
Polin Hasibuan selanjutnya menjelaskan panjang lebar proses tender seragam sekolah hingga PT Kaliber Sentral Inovasi menjadi pemenag.
Dikatakannya Sebelum memilih calon penyedia, awalnya ia mendampingi dinas pendidikan dengan melewati beberapa tahapan, dan untuk tahapan pertama market sonding atau biasa dikenal dengan sebutan E-Katalog.
Lanjut polin diproses market sonding ini ada 162 etalase (penyedia) yang kita survei
“kita survei satu-satu 162 etalase, mana etalase yang memenuhi persayaartan dari dokumen teknisnya kemudian dinas yang tetapkan atau dinas yang ba pilih, tetapi belum untuk dimenagkan ada lagi proses selanjutnya”sebutnya.
“Pada waktu survei itu disaksiskan langsung kadis pendidikan, PPTK SMP, SD, operator dinas pendidiakn, ada bagian perencanaan dan prosesnya kita laksanakan secara on line dikantor dinas pendidikan, bahkan pak sekda datang juga menyaksikan porses survei secara on line”jelasnya
Kemudian Tahapan selanjutnya dilakukan survei etalase masing-masing penyedia diproses, ini dilihat dari jenis barangnya (kain seragam sekolah) komponen TKD nya, harganya, jadi 162 etalse (penyedia) yang disurvei.
Versi on line itu gambarannya seperti ba belanja aplikasi Sofie simpan dikeranjang kalau harga mahal, kita cari lagi yang lain yang lebih murah, ketemu la dengan penyedia PT Kaliber sentral inovasi”tuturnya
Ditambahkannya PT kaliber sentral inovasi memenuhi syarat unutk dimenangkan karena sudah melalui proses evaluasi dari dokumen, dan nego harga.
“Bahkan tiga kali nego dengn PT Kaliber Sentral inovasi, dan PT Kaliber Sentral inovasi memenuhi syarat sebagai pemenag tender seragam sekolah.(***)
Pewarta:Basrudin












