Donggala,Portalsulawesi.id— Dinas Perikanan Kabupaten Donggala menggelar Safari Ramadan di Masjid Nurul Hidayah, Desa Wani I, Kecamatan Tanantovea, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan arah pembangunan sektor perikanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan agenda resmi pemerintah daerah dalam rangka memperkuat dimensi sosial dan spiritual aparatur.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf, mengatakan Safari Ramadan menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan prioritas pembangunan daerah. Menurut dia, pemerintah saat ini tengah memfokuskan penguatan infrastruktur di ibu kota kabupaten guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung aktivitas ekonomi daerah. “Pembangunan infrastruktur menjadi fondasi pelayanan, namun penguatan sumber daya manusia, khususnya masyarakat pesisir dan pelaku perikanan, tetap menjadi prioritas,” kata Ali,Minggu(22/02/2026).
Ia menegaskan, pembangunan sektor perikanan tetap berjalan seiring dengan agenda pembangunan wilayah perkotaan. Dinas Perikanan terus mendorong pemberdayaan nelayan, pengembangan budidaya, serta peningkatan kapasitas masyarakat berbasis potensi wilayah masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan pembangunan antara pusat pemerintahan dan kawasan pesisir yang menjadi basis ekonomi masyarakat Donggala.
Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, salat Magrib, dan salat Tarawih berjamaah itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat nilai keagamaan, khususnya di kalangan generasi muda. Dinas Perikanan mengajak pelajar untuk meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Dinas Perikanan menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah berupa sarung, baju koko, dan mukena kepada pengelola Masjid Nurul Hidayah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual sekaligus ruang interaksi sosial antara pemerintah dan masyarakat.(***)
Pewarta:Basrudin
