Beranda sulteng donggala Sandang Status Tersangka Usai Tewas, Keluarga Almarhum Fadel Muhamad Bakal Praperadilankan Polres...

Sandang Status Tersangka Usai Tewas, Keluarga Almarhum Fadel Muhamad Bakal Praperadilankan Polres Donggala.

2331
0
Pertemuan Pihak keluarga Almarhum Fadel Muhammad dengan Kasatlantas Polres Donggala dalam rangka mencari keadilan bagi Almarhum ,Kamis (18/02/2021).

Donggala,Portalsulawesi.Id- Fatimah H.Muin Bin Biab ,ibunda dari almarhum Fadel Muhammad, pengendara motor yang tewas terlindas mobil Daihatsu Terios diruas jalan Nasional Tawaeli-Nupabomba-Toboli pada 18 November 2020 silam terus meratap , belum usai duka ditinggal sang buah hati dirinya harus menerima kenyataan bahwa putra satu satunya tersebut ditetapkan tersangka dalam kasus Lakalantas tersebut.

Dengan sisa kekuatannya, Fatimah menyusuri jalan Palu-Donggala mencari keadilan bagi Putranya yang telah berpulang menyusul sang ayah yang telah dahulu menghadap sang pencipta.

Kepada sejumlah wartawan yang menemuinya dikediamannya, perempuan yang terus berurai airmata tersebut berharap mendapatkan keadilan bagi putranya yang tewas mengenaskan di aspal jalan ruas Kebun Kopi yang terkenal dengan kelokan mautnya.

Menurut Fatimah ,Kematian Putranya Fadel Muhammad adalah sebuah takdir yang harus diterimanya .

Tetapi dirinya berharap Kepolisian bekerja secara profesional dalam mengungkap penyebab kematian Putranya ,karena menurutnya terdapat banyak keganjilan dalam penanganan kasus laka tersebut.



“Anak saya tewas usai bertabrakan dengan mobil dikebun kopi, kematian Fadel adalah sebuah cobaan paling berat dalam hidupku sebab dialah yang menafkahi saya setelah ditinggal wafat ayahnya ” ungkap Fatimah di kediamannya di Jalur Gaza,Palu Barat Sulawesi Tengah ,Rabu (17/02/2021).

Menurut ibunda Almarhum Fadel Muhammad ,sejak kematian Putranya banyak pihak yang datang menawari upaya damai dengan lawan tabrakan Almarhum.

Bahkan sejumlah oknum menawarkan sejumlah uang damai kepada pihak keluarga, tetapi keluarga menolak dan berharap Polisi dapat mengungkap penyebab kecelakaan dan menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan bernomor Pol : SP2HP/ 557.b / XII / 2020 / Lantas yang ditanda tangani Kasat Lantas Polres Donggala, Iptu Atmaji Sugeng Wibowo disebutkan Polisi telah melakukan olah kejadian perkara diruas tempat terjadinya kecelakaan.

Dalam laporan tertulisnya Polisi menguraikan beberapa fakta seputar kecelakaan tersebut.

Menurut Polisi,terjadinya kecelakaan lalu lintas pada hari minggu 15 November 2020 sekitar pukul 13.00 Wita, di jalan trans palu-parigi tepatnya di KM 29 Dusun Tanjung Angin Desa Nupobomba, Kec.Tanantovea, Kab. Donggala

Kecelakaan tersebut antara sepeda motor Suzuki Satria DN 2577 BL yang di kendarai Fadel Muhammad bergerak dari arah parigi menuju arah palu melewati jalan menikung bergerak dalam kecepatan berkisar 60 Km /jam sedang melambung sepeda motor yang berada di depannya di jalan menikung dengan mengambil jalur kanan jalan .

Pada saat bersamaan dari arah berlawanan yaitu dari arah palu menuju arah parigi muncul mobil Daihatsu Terios DM 1701 AA yang di kemudikan Muhammad Hisam , sehingga pengendara sepeda motor Suzuki Satria DN 2577 BL kaget dan lepas kendali menyebabkan pengendara sepeda motor Suzuki Satria DN 2577 LK yaitu Fadel Muhammad terlempar kearah depan mobil Daihatsu Terios DM 1701 AA kemudian sepeda motor Suzuki Satria DN 2577 BL menyerempet bagian samping kanan depan mobil Daihatsu Terios DM 1701 AA.

Akibatnya pengendara sepeda motor Suzuki Satria DN 2577 BL yaitu Fadel Muhammad meninggal dunia saat dalam perawatan di RS.UNDATA.

Pihak penyidik dari Satlantas Polres Donggala telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan Negeri dengan Nomor SPDP /07/XI/2020/lantas, tertanggal 24 November 2020 dan menunggu jawaban tanggapan dari pihak kejaksaan donggala.

Usai diteliti Jaksa, Berkas penyidikan Lakalantas dengan calon tersangka pengendara mobil Daihatsu Terios warna metalik dengan Nomor Polisi DM 1701 AA atas nama Muhammad Hisam dikembalikan ke Polres dengan catatan bahwa penetapan calon tersangka tidak memenuhi unsur.

” berkas dikembalikan kejaksaan ke kami, penetapan pengemudi mobil terios saat laka terjadi dengan Almarhum Fadel Muhammad dinilai jaksa tidak memenuhi unsur dan lemah ,sehingga kami kembali melengkapi hasil pemeriksaan berkas perkara lebih detail ” ungkap Kasatlantas Polres Donggala kepada sejumlah wartawan yang hadir di mapolres Donggala ,Kamis (18/02/2021).

Hasilnya, tertanggal 11 Januari 2021 Polres Donggala menerbitkan surat pemberhentian penyidikan terhadap kasus Lakalantas tersebut , pertimbangan Polisi bahwa ditemukan fakta jika penyebab kematian Fadel Muhammad akibat kelalaiannya dalam mengendara.

TKP kecelakaan di Nupa Bomba, Kilometer 29 Dusun Tanjung Angin ,Kabupaten Donggala ,(Dok.Polres Donggala)

Dalam Surat ketetapan pemberhentian penyidikan No. Pol : S. Tap/16.b/1/2021, tanggal 11 januari 2021, polisi kembali menguraikan bahwa proses penyidikan terhadap perkara tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada hari minggu tanggal 15 November 2020 sekitar pukul 13.00 Wita jln. Trans Palu – Parigi tepatnya di KM 29 Dusun Tanjung Angin Desa Nupobomba, Kec. Tanantovea, Kab. Donggala dihentikan.

Alasannya Polisi telah melakukan langkah langkah yang maksimal, namun demikian hasil penyidikan menyimpulkan bahwa karena kelalaian dari korban (alm) LK. Fadel Muhammad itu sendiri sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas mengakibatkan korban / tersangka meninggal dunia, sebagaimana yang di atur dalam pasal 310 Ayat (4) UU RI No. 22 Tahun 2009.

” Maka untuk memberikan kepastian hukum atas perkara tersebut sesuai dengan ketentuan dalm pasal 77 KUHP, jika tersangka telah meninggal dunia penyidikan di hentikan demi hukum ” tulis Polisi dalam surat Surat ketetapan pemberhentian Penyidikan yang diterima keluarga Almarhum Fadel Muhammad.

Keluarga Almarhum Fadel Muhammad berang, penetapan status tersangka Almarhum telah menoreh luka duka semakin dalam.

Dengan ditemani anaknya,Fatimah bertemu dengan pihak Satlantas Polres Donggala.
Ditemui langsung Kasatlantas Iptu Atmaja Sugeng Wibowo , Keluarga Almarhum Fadel Muhammad terus mempertanyakan langkah polisi.yang dianggap tidak profesional dan terkesan tidak transparan dalam penanganan kasus kematian Fadel Muhammad akibat Lakalantas tersebut.

“Banyak kejanggalan dalam penanganan kematian adik kami, kami tidak pernah dihubungi Polisi saat gelar perkara, fakta dilapangan berbeda dengan hasil pemeriksaan Polisi dan Olah TKP,semuanya sepertinya ada yang ditutupi ” ungkap Febby Anggreni, kakak Korban yang mendampingi ibunya saat berkunjung ke Mapolres Donggala ,Kamis (18/02/2021).

Menurutnya, Adiknya tewas di TKP usai dilindas mobil yang dikendarai oleh Muhammad Hisam . Selain itu dari keterangan rekan almarhum korban bertabrakan diposisi jalur yang benar yakni disebelah kiri marka jalan arah ke Palu diruas kebun kopi.

” tetapi dalam SP2HP Polisi menyebutkan adik kami tewas dalam perawatan Rs.Undata ,kemudian polisi tidak pernah memperlihatkan bukti ukur dimana terjadi benturan yang menyebabkan adik kami tewas ” ungkap Febby.

Untuk itu,pihaknya berencana akan menempuh jalur hukum dengan melakukan Praperadilan terhadap penetapan status tersangka atas diri Almarhum Fadel Muhammad.
” kami rembuk keluarga dulu,jika praperadilan adalah jalan untuk mendapatkan keadilan bagi almarhum maka kami akan tempuh jalur tersebut ” tegas Fatimah, ibu Almarhum Fadel Muhammad.***

Penulis : Refoldi/Arif Ashari

Editor    : Heru