Banggai,Portalsulawesi.Id –Pemda Banggai menetapkan puluhan proyek sebagai paket strategis di Kabupaten Banggai tahun 2024, beberapa proyek ini berada di Dinas PUPR Banggai.
Di bidang penataan bangunan dan infrastruktur permukiman misalnya, terdapat proyek pembangunan Kantor BRIDA Banggai dan proyek pembangunan kantor Banggai Energi Utama (BEU).
Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman PUPR Banggai, Ir I Putu Jati Arsana, MT, mengakui, di bidangnya, kedua paket proyek tersebut masuk dalam paket strategis bersama dengan Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik dan pembangunan pasar Simpong Luwuk.
Diketahui, paket proyek strategis daerah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 800/284/Bagian PBJ tentang penetapan paket strategis Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2024.
Paket proyek strategis ini tersebar di sembilan organisasi organisasi perangkat daerah. Delapan diantara paket proyek tersebut berada di PUPR Banggai.
Berikut paket stategis di PUPR Banggai tahun anggaran 2024.
- Pembangunan pasar Simpong (lanjutan), pagu anggaran Rp 28.538.000.000
-
Peningkatan jalan Simpangan Eteng Kecamatan Masama, pagu anggaran Rp 9.604.364.000
-
Pembangunan Kantor Brida Banggai, pagu anggaran Rp 7.999.972.000
-
Pembangunan Kantor Banggai Energi, pagu anggaran Rp 7.999.924.690.
-
Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik, pagu anggaran Rp 6.999.999.638
-
Pembangunan Jembatan Saluan (Lanjutan), pagu anggaran Rp. 4.999.928.879
-
Peningkatan Jaringan Air Minum Desa Uwedikan Luwuk Timur, pagu anggaran Rp 3.422.198.317
-
Perencanaan Pembangunan Mess Pemda Banggai di Palu, pagu anggaran Rp 600.000.000.
Kondisi pembangunan Infrastruktur yang terkesan mangkrak tersebut mendapat tanggapan dari Aktivis Luwuk , Syamsul Bahri Panigoro . Kepada media ini, pria yang kerap disapa Anchu ini mengatakan bahwa dengan molornya penyelesaian proyek strategis dibanggai menjadi tolak ukur kegagalan pemerintah.
“molornya proyek proyek strategis tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintahan yang di Pimpin AT-FM ini Gagal dalam perencanaan dan Pengawasan Program Pembangunan di Banggai. Ada sebuah ungkapan “Perencanaan yang gagal itu sama dengan Merencanakan Kegagalan” ungkap ketua LARRA (Lingkar Gerakan Rakyat) melalui WhastApp ,Senin (17/03/2025).
Masih menurut Anchu, Fakta fakta molornya Proyek tersebut itu harus menjadi ukuran bahwa Bupati dan Wakil Bupati AT-FM ternyata tidak memiliki kemampuan mumpuni untuk menjadi Pemimpin daerah.
“sederhananya, Belum Layak untuk jadi Pemimpin Daerah” tegasnya.
Ketua LARRA ini menambahkan bahwa statment dia terkait mangkraknya sejumlah proyek strategis di kabupaten Banggai murni sebagai bentuk keprihatinan atas ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan tugas dalam mengawasi pembangunan di Banggai.
” Tanggapan saya ini tidak ada hubungan nya dengan Politik Pilkada yah. saya juga tidak pernah ikut ikut ba gabung di Partai Politik manapun sampe hari ini. Tanggapan ini semata mata Penilaian saya sebagai Warga Banggai ” pungkasnya.***
Pewarta : Heru
