Beranda News hukum kriminal Setahun, BNN Kota Palu Hanya Ungkap Dua Kasus Narkotika

Setahun, BNN Kota Palu Hanya Ungkap Dua Kasus Narkotika

153
0
Konfrensi Pers Akhir Tahun 2020 oleh BNN Kota Palu,senin (28/12/2020) >Foto: Afdal

Palu, Portalsulawesi.Id- Maraknya Peredaran Narkoba di kota palu periode tahun 2019-2020 semakin mengkhawatirkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu merilis setidaknya ada tiga wilayah dalam Kota Palu yang teridentifikasi sebagai kawasan Rawan Narkoba.

Dalam keterangan Pers Akhir tahunnya, Kepala BNN Kota Palu ,AKBP Dr. Baharuddin mengatakan bahwa pihaknya dalam periode tahun 2019-2020 hanya bisa mengungkap dua Kasus penyalahgunaan Narkoba dengan barang bukti yang diamankan Sabu seberat 81,91 Gram.

Menurut Baharuddin, BNN Kota palu di tahun 2020 mengamankan narkoba jenis sabu seberat 81.91 gram, 2 timbangan digital, ada 3 unit handpone, 1 unit motor matik jenis mio soul dan uang tunai sebesar Rp6.700.000.

“ ada dua LKN yang diungkap BNN Kota Palu selama tahun 2020, barang bukti mengamankan narkoba jenis sabu seberat 81.91 gram, 2 timbangan digital, ada 3 unit handpone, 1 unit motor matik jenis mio soul dan uang tunai sebesar Rp6.700.000 “ ungkap Baharuddin.



Padahal,menurut penyampaian Kepala  BNN Kota Palu AKBP. Dr. Baharuddin bahwa Kota Palu menempati peringkat pertama dalam penyalahgunaan Narkoba se Sulawesi tengah setelah kabupaten Parigi Moutong. Sedangkan Sulawesi Tengah menjadi peringkat ke empat secara nasional dalam penyalahgunaan narkotika dan Obat terlarang berdasarkan data penelitian tahun 2019.

“Dari seluruh kasus yang diungkap, BNN Palu mengidentifikasi dari tahun 2019 sampai 2020 ada enam jaringan sindikat narkoba yang menjalankan bisnisnya,” ungkap Kepala BNN Kota Palu, AKBP. Dr. Baharuddin, saat memberikan keterangan pers bersama sejumlah awak media, di Kantor BNN Palu, Senin (28/12/2020).

AKBP Baharuddin juga mengungkapkan bahwa pihaknya mengidentifikasi tiga kelurahan dalam Kota palu yang menjadi wilayah rawan peredaran Narkoba.

‘’Saat ini BNN Palu telah mengidentifikasi tiga lokasi kawasan  yang sudah familiar rawan narkoba di Kota Lalu, tatanga, kayumalue dan pantoloan, kami melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di tiga lokasi di kawasan perkotaan,’’ katanya.

Baharudin mengatakan, untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba harus di perlukan sinergisitas bersaman untuk mengatasi

“Diperlukan upaya serius dari semua kalangan dan secara bersama-sama dalam mengatasi peredaran narkoba,” kata Baharudin

Baharudin menyebutkan, Dalam tahun ini BNN Kota Palu telah bekerjasama dengan melakukan tes urine secara mandiri sebanyak empat kali, dengan peserta sebanyak 162 orang.

‘’Di tahun ini BNN Palu juga telah menjalin kerja sama dengan tiga instansi pemerintah dan 24 lingkungan pendidikan menengah pertama, dengan total dokumen kerja sama sebanyak 27,’’ tambahnya

Menyikapi persoalan narkoba yang masih mengancam, presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi nasional P4GN yang mana inpres ini menggantikan inpres Nomor 6 tahun 2018 yang berakhir di tahun 2019.

Menurut baharudin melalui Inpres ini, seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah harus melakukan aksi P4GN yang nantinya dilaporkan kepada presiden melalui BNN RI setiap enam bulan sekali atau sewaktu waktu apabila diperlukan. Inpres ini juga mendorong dibuatnya peraturan P4GN di kementerian/lembaga atau Perda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.***

Penulis : Arif Ashari

editor   : Heru