SPBU Pertamina Wamponiki di Muna, BBM Solar Bersubsidi “Raib”

Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU Pertamina Kelurahan Wamponiki Raha Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, sudah sebulan lebih tidak melayani, seakan hilang rimbanya alias raib.

Dari pantauan media ini di SPBU wamponiki, setiap masyarakat Muna yang mengendarai mobil hendak membeli solar subsidi tidak dilayani dan bila membutuhkan, diarahkan membeli solar non subsidi industri dengan harga Rp. 10.200 perliter. Sementara harga solar subsidi Rp. 5.150 perliter dengan selisih harga Rp. 5.050 perliter.

Saat diklarifikasi dengan karyawan operator SPBU Wamponiki yang sedang istirahat disamping kiri kantor secara berkelompok dan tidak mau menyebutkan namanya, menyatakan, tidak menahu juga kenapa jenis solar subsidi tidak ada.

Kami (karyawan operator) hanya melakukan penjualan dan tidak melayani solar subsidi, sebab sudah sebulan lebih solar subsidi tidak masuk, bila ada yang membutuhkan solar, kita arahkan ke solar jenis industri yang harganya berbeda jauh seharga Rp. 10.200 perliter.

“Kita juga tidak pernah tanya kepada atasan kami pak Rahim Rati kenapa solar subsidi tidak pernah masuk sebab beliau jarang masuk, selain itu kita hanya sebagai operator pompa juga bukan tugas kami untuk mencaritahu itu,” tutur mereka (karyawan operator), kamis (25/10).

Mereka menambahkan, kalau mau cari tahu silahkan ke pengelolah SPBU pak Rahim Rati, dia pasti yang bisa menjawab apa alasannya.

Aktifitas SPBU Pertamina Kelurahan Wamponiki Raha Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, kamis (25/10).

Saat kedalam kantor pengelolah SPBU Wamponiki, hendak bertemu pak Rahim Rati, sang ibu yang biasa dikenal ibu bendahara tak mau menyebutkan namanya keluar dari kantor dan mengatakan, pak rahim dan pengawas tidak berada dikantor.

Dia menjelaskan kita hanya punya solar industri non subsidi, kalau solar sub sibsidi tidak dilayani karena tidak ada stoknya.

“Sesuai aturan yang saya tahu, SPBU tidak bisa mengambil kedua jenis solar non subsidi dan subsidi, harus pilih salah satu, makanya SPBU wamponiki memilih solar industri, maka tidak bisa solar subsidi diberikan,” ungkapnya.

kalau mau tahu silahkan ke depot tampo yang jaraknya tidak jauh dari raha atau SR di kendari, untuk kejelasan apa alasannya, bebernya.

Saya yang dipengelolah tak bisa memberikan jawaban dan tidak punya jabatan di SPBU Wamponiki untuk menjawab itu, tambahnya.

Kita hanya ikut aturan, tidak bisa masuk dua, harus pilih salah satu. Pemilik SPBU Wamponiki Raha, milik H. Neng dan dikelolah oleh Rahim, tutupnya.

Reporter : La Ode Alim

Exit mobile version