Tambal Sulam Proyek Hutang Luar Negeri Bernilai Ratusan Milyar di Sungai Ngia dan Kawatuna

Oplus_131072

Palu,Portalsulawesi.Id- Upaya pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan alur sungai Kawatuna dan sungai Ngia yang kerap meluap dilakukan dengan bantuan pendanaan luar negeri, pekerjaan utama di dua badan sungai tersebut adalah pembangunan dinding penahan tanah.

Proyek yang diberi nama River Improvement In Palu City Area ( Dwonstream Of Palu Considering Tsunami Counter Measures ,Kawatuna ,Ngia River ) atau kata lainya proyek pembangunan dinding penahan tanah Sugai Ngia tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Selaras Mandiri Sejahtera (SMS) dengan nama pekerjaan Perbaikan Sungai di Wilayah Kota Palu (Hilir Palu Mempertimbangkan Tindakan Penanggulangan Tsunami,Kawatuna, Sungai Ngia).

Kondisi dinding Penahan Tebing di sungai Ngia pasca dievaluasi oleh Tim PHO,dilakukan perbaikan ala kadarnya dengan metode tambal sulam ( foto: Heru)

Nilai kontrak paket pekerjaan tersebut mencapai Rp.150.997.000.000, dengan nomor kontrak HK 0201-Bws13.7.1/404. Proyek ini bersumber dari dana PHLN LOAN JICA IP – 580, tahun anggaran 2023 – 2024 dalam waktu pelaksanaan 517 hari kalender. Proyek ini kemudian mendapatkan adendum atau perpanjangan waktu pengerjaan hingga Agustus 2025.

Alasan untuk memberikan adendum terhadap proyek ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen , Harry Matong kepada media ini, menurutnya setidaknya ada tiga alasan utama mengapa proyek ini mendapatkan perpanjangan waktu penyelesaian kontrak.

” adendum dalam pekerjaan hal biasa selama ada dasar yg relevant, dan didasari justifikasi tekhnis oleh PMSC (konsultan supervisi-yceo basically ada 3 dasar:

Pertama , Penambahan item pre-boring di pemancangan ccsp di sungai Palu

Kedua , mengakomodir permintaan Walikota palu untuk kolam retensi dan landscaping di kelurahan lere

Ketiga , Penambahan sub-item dan volume berupa penambahan CD2 sungai kawatuna, penyeberangan hewan sungai kawatuna, penanganan sungai ngia hilir bandara dengan u-flume, penambahan groundsil dan volume reverment di sungai kawatuna (mulut hulu box culvert bandara) ” jelas Harry melalui pesan singkat di WhastApp.

Masih menurut Harry, paket ini satu dengan sungai palu dan selama paket berjalan, selalu diusahakan output yg maksimal krn framework: build back better , Jelasnya.

Selaku PPK, Harry Matong sempat melontarkan bahasa bernada menyindir takkala proses wawancara dilakukan.

” profil pekerjaan dan dinamika di pekerjaan ini sdh sering kami jelaskan ke media. kenapa tiba2 baru mau in di sini?😄. bapak agak telat ini.. jumat bisa sy jelaskan langsung ya👍” tulisnya , Kamis ( 05/06/2025).

Tambal Sulam apa PT SMS pada proyek pembangunan dinding penahan tebing disungai Ngia dan Kawatuna ( Foto: Heru)

Proyek ini melekat pada Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS. Palu – Lariang, WS. Parigi – Poso, WS. Kaluku – Karama Provinsi Sulawesi Tengah, dibawah Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu (BWSS III Palu), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU.

Pantauan media ini,pekerjaan pembuatan dinding penahan tebing pada Sungai Kawatuna dan Ngia nyaris selesai. Para pekerja tengah menyelesaikan pengecoran saluran dinding penahan tebing yang bermuara di jaringan irigasi Gumbasa yang berada di sekitar tanggul selatan kelurahan Birobulii ,Kota Palu

Saat dilakukan penelusuran oleh media ini, disepanjang pekerjaan dinding penahan tanah Sungai Ngia, kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, kota Palu ditemukan beberapa bagian kontruksi yang diduga mengalami kerusakan akibat cacat mutu. Temuan berupa adanya dinding yang mengalami keropos , retakan pada dinding beton bahkan adanya pemadatan timbunan dibelakang dinding penahan tebing yang gerowong menandakan kurangnya pengawasan saat proyek ini dikerja.

Sejumlah tanda evaluasi oleh tim PHO BWSS III ditemukan disepanjang Revetment proyek ini, baik berupa tanda lingkar pada kontruksi beton yang keropos, silang merah pada retakan tembok sampai catatan penanda ketinggian tembok penahan tebing dituliskan dengan angka yang bervariatif.

Pada beberapa sudut yang retak, dimensi retakan pada kontruksi beton penahan tanah tersebut mencapai lebar hingga 1-3 cm, bahkan retakan pada beton tersebut tampak tembus hingga ke belakang tembok.

Tampak Retakan menganga di proyek Milyaran rupiah pada sungai Ngia oleh PT SMS ( Foto : Heru)

Upaya perbaikan sepertinya pernah dilakukan oleh PT SMS selaku pelaksana proyek tersebut,sayangnya pekerjaan yang dilakukan terkesan hanya tambal- sulam dari kondisi yang seharusnya dilakukan pembongkaran akibat tidak terpenuhinya mutu beton. Poles memoles pada proyek ratusan milyar tersebut diduga mendapat restu pihak BWSS III , pasalnya tidak ada teguran dari pihak Satker ataupun PPK pada pekerjaan yang diklaim sebagai pekerjaan finishing oleh kontraktor pelaksana.

PT Selaras Mandiri Sejahtera (SMS) selaku pelaksana proyek ini mengakui jika temuan media ini dilapangan seperti itu adanya, menurut pihak PT SMS bahwa tanda tanda merah dipelerjaan mereka tersebut merupakan catatan yang diberikan pemeriksa sebelum pekerjaan tersebut di PHO.

Projeck Manager (PM) PT SMS, Anang Widodo, ST, mengatakan pekerjaan Sungai Ngia kini telah dilakukan Pra Provisional Hand Over (PHO) sebelum hasil akhir pekerjaan.

“Pylox merah di beberapa titik beton dinding penahan tanah Sungai Ngia itu baru pra PHO, hasil dari koreksi itu kemudian kita lakukan perbaikan baru dilakukan PHO,” jelas Anang kepada sejumlah media saat di temui di kantor direksi Kit PT SMS di Kelurahan Lere, Palu Barat, belum lama ini.

Namun Anang juga mengakui adanya beberapa titik pada tembok revetment Sungai Ngia yang berpori dan kropos. Hal ini dipengaruhi lemahnya proses pemadatan dengan metode vibrator kala dilakukan pengecoran.

“Beton kita pake mutu K 175, kemudian kalau terjadi berpori itu karena metode kerjanya. Itu kelemahannya di vibrator,” jelasnya.

“Kalau untuk sikloop, kelemahannya kan itu dia tercampur dengan batu pondasi, itu seringkali terjadi di dindinya itu tidak tembus dengan vibrator,” tambahnya.

Walau menurutnya metode kerja yang dilakukan pekerjanya dilapangan sudah sesuai, hanya saja kata dia penggunaan vibrator yang kurang maksimal sehingga menyebabkan beton kropos.

“Untuk perbaikannya di bongkar dulu. Kemudian yang digunakan bukan semen biasa, kita menggunakan semen MU 200,” terangnya.***

Pewarta : Moh.Yusuf

Editor. : Heru

 

 

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version