Donggala,Portalsulawesi.id-Di tengah geliat pembangunan desa, Pemerintah Kabupaten Donggala kembali menegaskan komitmennya terhadap kemandirian pangan. Melalui Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, pemerintah meluncurkan program Sentra Pangan Lokal Tematik (SEPAKAT) — sebuah terobosan yang dirancang untuk menjadikan desa sebagai pusat ketahanan pangan nasional.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada agenda memantapkan swasembada pangan dengan memanfaatkan dana desa secara produktif.
Kepala Desa Towale, Mohamad Subhan, menjelaskan bahwa program tersebut digerakkan oleh BUMDes Towale dengan anggaran sebesar Rp164,35 juta, atau 20 persen dari total dana desa. Dana itu dikonversi menjadi investasi jangka panjang lewat pengembangan peternakan ayam broiler, yang kini menjadi komoditas unggulan desa.
“Towale adalah desa ketiga di Donggala yang mengadopsi pola SEPAKAT. Saat ini kami telah merealisasikan sekitar dua ribu ekor ayam dengan kandang berukuran 32 x 5 meter,” ujar Subhan, Kamis (9/10/2025).
Bagi Subhan, program ini bukan sekadar proyek seremonial. Ia melihatnya sebagai momentum bagi desa untuk menegakkan kemandirian ekonomi di tengah fluktuasi harga pangan nasional. “Kami ingin desa berdiri di atas kaki sendiri lewat potensi lokal,” katanya.
Keberhasilan Towale juga tak lepas dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Donggala, yang menggulirkan visi One Village One Product (OVOP) sebagai pendorong ekonomi berbasis potensi wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Donggala, Fauzia, menuturkan bahwa implementasi SEPAKAT memiliki payung hukum yang kokoh: PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, diperkuat Permendesa Nomor 2 Tahun 2024 dan Kepmendesa Nomor 3 Tahun 2025. “Program ini bukan hanya soal bantuan dana, tetapi tentang membangun sistem ekonomi pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dinas PMD bersama pendamping desa dan penyuluh peternakan turut melakukan pendampingan teknis — mulai dari penyiapan bibit, perawatan ayam, hingga masa panen. Pendekatan kolaboratif ini memastikan realisasi program 20 persen dana desa benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan memperkuat fondasi pangan lokal.
Lewat SEPAKAT, Towale tak hanya menyiapkan ribuan ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan warga. Lebih dari itu, desa ini tengah menanam fondasi kedaulatan pangan yang bertumpu pada kerja kolektif dan semangat gotong royong — nilai lama yang kini mendapat makna baru dalam wajah pembangunan modern Donggala.
(***)
Pewarta:Basrudin













