Abdullah Kemma
PALU, Portalsulawesi. Com – Pencapaian program KKBPK di tahun 2017, yang dilakukan secara rutin berdasarkan data statistik menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik. Hanya saja tingkat pencapaiannya tidak merata dan hanya dibeberapa kabupaten saja yang tingkat pencapaian program KKBPK – nya mengalami peningkatan yang cukup baik.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Abdullah Kemma menyebutkan bahwa untuk tingkat pencapaian program KKBPK dapat dilihat dari peningkatan jumlah peserta KB Baru (PB) sebanyak 63.389 atau mencapai 68,2 persen dari PPM 92,987, Peserta KB Aktip (PA) sejumlah 392,558 (108,1 persen) dari PPM 363,060, Ummet need sebesar sebesar 13,1 persen dari PUS sebanyak 503.567.
Berdasarkan data laporan statistik rutin, pencapaian peserta KB baru tertinggi terhadap target PPM tahun 2017 dengan capaian untuk Kota Palu, mencapai 86,2 persen, Kabupaten Donggala mencapai 85,9 persen, Kabupaten Toko Una-una mencapai 83,6 persen. Sementara untuk pencapaian peserta KB Metode kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tertinggi terhadap target PPM di tahun 2017, untuk capaian MKJP di Kabupaten Toko Una-una sebesar 121,6 persen, Kota Palu capaian MKJP sebesar 116,5 persen dan kabupaten Buol MKJP-nya mencapai 108,7 persen.
Selain dengan isu strategis program KKBPK di Sulteng menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk (LPP) di daerah ini masih cukup tinggi dengan angka pertumbuhan mencapai 1,94 persen atau masih diatasi rata-rata nasional yang hanya 1,49 persen sesuai hasil Sensus Penduduk tahun 2010.
Sementara, Angka Kelahiran Total (TFR) per WUS (15-49 tahun) juga masih tinggi mencapai 2,7 persen artinya capaian TFR Sulteng masih diatas nasional , SDKI 2017 (sebelumnya menggunakan SDKI 2012).
Persentase pemakaian kontrasepsi modern (CPR) sudah cukup tinggi sebesar 59,4 diatasi rata-rata nasional 57,2 persen dengan SDKI 2017. Sebelumnya CPR Sulteng hanya 52, 5 persen data SDKI 2012.
Persentase kebutuhan ber KB tidak terpenuhi (Ummet need) 9,4 lebih rendah dari rata-rata nasional 10,6, SDKI 2017.
Angka kelahiran pada usia remaja (ASFR) 15-19 tahun juga masih tinggi 47,87 diatasi nasional 33,1 hasil SUSENAS 2016.
Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Sulteng terus menggenjot berbagai programnya yang mengarah pada penekanan laju pertumbuhan penduduk antara lain dengan melakukan intervensi program KKBPK berdasarkan data mikro hasil pendataan keluarga tahun 2015.
Melakukan perluasan dan peningkatan akses pelayanan KB melalui KB Mobile di wilayah unmet need dengan kontrasepsi MKJP. Penguatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan KB dengan memberikan berbagai pelatihan dan dukungan sarana kesehatan. Pembinaan dan penguatan kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL dan UPPKS) secara holistik integratif dalam menjaga kelangsungan kepesertaan KB serta pemberian pelatihan dan dukungan sarana penunjang. Peningkatan DAK setiap Kabupaten di Sulteng. Peningkatan jumlah kampung KB, Perluasan akses pembentukan dan peningkatan tata kelola PIK Remaja pada Jenjang pendidikan menengah, pendidikan tinggi dan kelompok remaja.
Peningkatan kerjasama dengan perguruan tinggi, Penyebarluasan informasi melalui berbagai media cetak dan elektronik tentang program KKBPK. Penguatan kemitraan dengan berbagai lembaga swasta dalam peningkatan pendapatan keluarga melalui program UPPKS kerjasama dengan PT. Sastra Agro Industri dan PT. Kelapa Sawit.
“Ini semua harus kita genjot terutama dalam rangka menekan TFR Sulteng yang masih terlalu tinggi bahkan diatas rata-rata nasional. Memang butuh keseriusan dan kerja keras dalam melaksanakan berbagai program di BKKBN dengan tetap menjalin kemitraan dengan pihak terkait,”pungkasnya.
REDAKTUR : NILAWATI.

