Donggala,Portalsulawesi.id-Hujan deras pada Selasa (23/9/2025) dini hari kembali memperlihatkan rapuhnya sistem mitigasi bencana di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dua desa di Kecamatan Sindue Tombusabora, yakni Tibo dan Kaliburu, terendam banjir hingga menggenangi puluhan rumah warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng menyebutkan 66 rumah dengan 258 jiwa terdampak. Di Desa Tibo, banjir meluas ke 49 rumah dan satu sekolah dasar, sedangkan di Kaliburu merendam 17 rumah. Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi sejak tengah malam. “Tidak ada korban jiwa, air kini berangsur surut,” ujarnya.
Meski banjir sudah surut, masalah klasik kerap berulang di wilayah ini: drainase yang buruk, alih fungsi lahan, hingga lemahnya sistem peringatan dini. Dalam beberapa tahun terakhir, Kecamatan Sindue Tombusabora kerap dilanda banjir saat intensitas hujan meningkat.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan pemerintah daerah hadir memberi bantuan dan air bersih. Namun, warga berharap penanganan tidak hanya berhenti pada distribusi sembako, melainkan menyentuh akar persoalan. Tanpa upaya pencegahan yang serius, banjir serupa dikhawatirkan akan terus berulang.(***)
Pewarta:Basrudin

