ToliToli – Portal Sulawesi.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD )Kabupaten ToliToli Tahun ini mendapat kucuran anggaran APBN Miliyar Rupiah yang di peruntukkan beberapa item kegiatan pembangunan fisik dibeberapa lokasi terkena dampak pasca bencana alam,diantaranya kegiatan tersebut Penembokan Bantaran Pesisir Pantai Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan sepanjang 400 Meter dengan anggaran yang bersumber dari Pos APBN ,total Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp.1.718.496.000,-
Proyek yang dimenangkan CV Sri Mindjani dengan Masa Kontrak 210 Hari Kalender terkesan dikerjakan Asal asalan,salah satunya adanya Laporan Masyarakat yang mengeluhkan Proses Pembangunan Dasar Pondasi tembok Pengaman Pantai tersebut,pasalnya Puluhan meter Pondasi dikerjakan tidak merujuk kepada Instruksi Kerja sesuai gambar dan Spesifikasi tehnis yang di Isyaratkan dalam Kontrak.
Walhasil,PPK BPBD Tolitoli,Vidya Saputra mengambil langkah antisipasi dengan memrintahkan Kontraktor Pelaksana melakukan Pembongkaran Kembali dibeberapa titik Pondasi yang di duga kuat Kedalaman Pondasinya kurang dari satu meter seperti yang diperintahkan dalam Kontrak.

“Seperti yang terjadi pada pekerjaan abrasi pantai salu, fihaknya menyuruh melakukan pembongkaran pondasi yang tidak sesuai dengan speksifikasi, sekitar 14 meter yang dibongkar karna tidak sesuai dan dengan kedalaman galian, semesti 1 meter namun fihak kontraktor melakukan pengalian koporan hanyak 40 cm” Ujar Vidya Saputra kepada portalsulawesi.id.
Dikatakan penegasan seperti itu sangat perlu agar kontraktor bekerja lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.Pasalnya saat ini banyak sekali pihak yang melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang melekat pada kegiatannya,jelas
Fihak kontraktor Pelaksana saat dikonfirmasi dikediamannya mengatakan bahwa itu kesalahan tukang yang mengerjakan pondasi koporan tersebut dan diakuinya hanyak 8 meter yg dibongkar.
“Tukang yang salah bekerja itu,sudah disuruh bongkar dengan Orang dinas,makanya Kami Bongkar “ ujar Kontraktor Pelaksana kepada Media ini.
Mahmud ( 40 ) warga Kelurahan Nalu mengaku Dusun Salu yang didiami ratusan Kepala Keluarga sangat rentan dengan terjadinya abrasi pantai,masalahnya Kampung tersebut berhadapan langsung dengan laut lepas ,olehnya itu sangat tepat.jika dibangun penembokan pada bibir pantai disana agar pemukiman warga menjadi aman dari pengikisan air laut,jelasnya.
“Sudah betul itu dibangun Tembok Pengaman Pantai di pesisir Pantai Salu,agar bisa terhindar dari ancaman Abrasi “ Ujarnya. ***
Reporter : Moh. Yusuf

