TOLITOLI – portalsulawesi.id Pengungsi korban Gempa Bumi, Tsunami Dan Likuifaksi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus berdatangan di Kabupaten Kabupaten Tolitoli.
Dan untuk sementara waktu para pengunsi tersebar Di mana mana dan numpang di rumah rumah warga yang Ada di Kabupaten Tolitoli dari hasil investigasi yang kami himpun di lapangan jumlah pengunsi yang Masuk di wilayah Kabupaten Tolitoli berkisar kurang lebih 700 jiwa.
Dari pantauan portal Sulawesi sejak pasca Gempa Bumi, Tsunami Dan Likuifaksi di Palu, Sigi Dan Donggala ( PASIGALA ) Sulteng, sejak tanggal 28 September, lalu, pengungsi terus berdatangan Masuk di wilayah Kabupaten Tolitoli
Namun hingga saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli sampe dengan saat ini belum ada tindakan yang di lakukan terkait pengunsi gempa Bumi, Tsunami Dan Likuifaksi yang ada di Kabupaten Tolitoli.
Terkait dengan korban Gempa Bumi, Tsunami dan likuifaksi yang Ada di Kabupaten Tolitoli yang sepertinya di biarkan tanpa ada inisiatif dari Dinas terkait dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli Ketua LSM GIAK
Hendri Lamo,SE. Yang juga ketua KIP (KOMISI INFORMASI PUBLIK) Kabupaten Tolitoli saat Dikonfirmasi di ruangannya.
“Kalau saya sangat prihatin Dan kecewa dengan sikap dari Dinas Sosial yang tidak peduli dengan pengunsi yang eksodus dari kota palu “Ucap Hendri Lamo Di hadapan Portal Sulawesi.com, jumat (19/10/2018 )
Hendri lamo menambahkan kalau Hal seperti ini merupakan tanggung jawab dari Dinas Sosial sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang Undang No 11 Tahun 2009
“Untuk memberikan Rehabilitasi social, perlindungan sosial terhadap kebutuhan pengunsi, dan dalam dekat ini secara kelembagaan kami akan meminta kepada DPRD Kabupaten Tolitoli untuk di lakukan RDP ( Rapat Dengar Pendapat) supaya Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli untuk dapat menanggapi serius persoalan pengunsi yang ada di Kabupaten Tolitoli ” Terang Hendri lamo
Di tempat terpisah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli Indar Dg Silasa Mengatakan kepada Portal Sulawesi bahwa hingga saat ini pihaknya belum menginventarisir atau mendata jumlah pengungsi di Tolitoli. Sebab, kata dia, Tolitoli bukanlah daerah terdampak bencana. Sedangkan instruksi kita fokus bantuan kemanusiaan terpusatkan di lokasi bencana yakni di Palu, Sigi dan Donggala.
“Kami juga telah buka dapur umum di Palu, penyaluran bantuan bencana di Mes Pemda Tolitoli. Dan mereka yang mengungsi mandiri ke Tolitoli bagi kami itu bukan kategori ” PENGUNSI ” sebab mereka mendatangi keluarganya masing-masing,” kata Indar
Lanjut Indar.
Arus pengungsian yang terdata saat ini adalah mereka yang mendaftarkan diri ke mess Pemda Tolitoli di Palu. Dan mereka telah difasilitasi mengungsi ke Tolitoli melalui kapal laut maupun transportasi darat.
Berapa jumlah yang terdata di mess Pemda Ketika disinggung jumahnya, Indar juga tidak menyebutkan secara detail.
“Kita memang belum mendata mereka yang mengungsi ke Tolitoli yang mendatangi rumah keluarganya,” ringkas jelas Indar.
Reporter : M. Yusuf

