Donggala,Portalsulawesi.id– Pemerintah kabupaten Donggala melalui Dinas perhubungan kabupaten Donggala memasifkan sosialisasi penggunaan QRIS tap sebagai alat pembayaran di Bus Trans Donggala kepada masyarakat.
Kepala Dinas perhubungan kabupaten Donggala Heppy Handayani Noor kepada media ini mengatakan QRIS tap memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pembayaran digital nontunai lainnya diantaranya ,tidak lagi menggunakan QR code, memasukkan nominal pembayaran secara manual tapi dengan penggunaan QRIS tap sangat mudah cukup mengunakan ponsel.,ujar Heppy diruang kerjanya kamis(12/08/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan cara mengunakan ponsel masyarakat harus memiliki fitur NFC (near field communication) dan dalam kondisi aktif.
Lalu, buka aplikasi pembayaran yang sudah mendukung fitur QRIS Tap, bisa menggunakan dompet digital (e-wallet) atau mobile banking.
Cari dan pilih opsi fitur “QRIS Tap” atau “Tap to Pay” pada halaman utama aplikasi. Dekatkan atau tempelkan perangkat ponsel ke terminal pembayaran (mesin EDC) yang sudah tersedia di semua bus dan Pastikan pembayaran telah berhasi.
Bukan hanya itu Qris tap juga bisa menggunakan kartu uang Electronik yaitu e_money, Brizzi, Tap Cash, dan FLazz.Kartu ini bisa di peroleh melalui bank, brilink.
“Terobosan ini di terapkan agar memudahkan penumpang saat proses transaksi angkutan trans donggala.
Apalagi Layanan ini melengkapi metode pembayaran nontunai yang selama ini telah berjalan seperti tap on bus, QR code, sampai kartu multitrip Commuter Line.
Lebih lanjut Ia mengatakan semua armada saat ini sudah menerapkan QRIS tap setelah di launcing oleh gubernur sulawesi tengah Anwar Hafid pada tanggal 12 agustus 2025 kemarin.
Ia menambahkan Hal ini sejalan dengan konsep smart city yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten donggala dan kemudahan layanan bagi masyarakat sesuai perkembangan teknologi saat ini.
“Kami memastikan mulai hari ini semua unit yang beroperasi telah mampu melayani pembayaran menggunakan QRIS tap yang jauh lebih praktis, mudah, dan cepat. Jadi cukup sekali tap,transaksi selesai.
“Inovasi ini menjadikan donggala sebagai kabupaten pertama di sulawesi tengah yang menerapkan pembayaran nontunai pada transportasi umum.
“Kami percaya, ketika akses menjadi lebih mudah, maka partisipasi akan tumbuh secara alami. Bus bukan hanya alat mobilitas, tetapi juga simbol pelayanan publik yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Langkah ini,di harapkan bisa semakin memudahkan mobilitas warga, mendukung terciptanya ekosistem nontunai yang inklusif, dan memperkuat citra kabupaten donggala sebagai kabupaten yang modern, layak huni, dan ramah investasi.
“Dan pihaknya percaya kemudahan akses transportasi publik akan semakin meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum, mengurangi kemacetan, sekaligus mendorong kualitas hidup yang lebih baik.(***)
Pewarta: Basrudin












