Sekdaprov Sulteng, Dr. H. Hidayat Lamakarate. MSi
PALU, Portalsulawesi. com- Puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional ( Harganas) Ke XXVI akan dilaksanakan pada 3 Juli 2019 di Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Namun untuk ditingkat Provinsi perayaan Harganas akan dilaksanakan pada Juli 2019.
Sementara itu, momentum Harganas ke XXVI yang ditetapkan pada 29 Juni, di Sulawesi Tengah dirayakan secara seremonial dengan upacara bendera yang di warnai nuansa adat. Karena seluruh peserta upacara diwajibkan berpakaian adat dari beragam suku/daerah di Indonesia.
Kegiatan upacara dipimpin langsung Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Hidayat Lamakarate, MSi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) . Upacara berlangsung di halaman kantor BKKBN Sulteng, Jumat (28/6/2019).
Menurut Tenny, C. Soriton, Plt. Kepala BKKBN Sulteng, seharusnya upacara seremonial peringatan Harganas di Sulteng akan di laksanakan pada tanggal 29 Juni, namun berhubung karena hari libur sehingga disepakati untuk dimajukan.
“Makanya kegiatan upacara seremonial peringatan Harganas ke XXVI di Sulteng dilaksanakan Jumat tanggal 28 Juni 2019. Upacara dipimpin langsung sekdaprov Sulteng, Dr. H. Hidayat Lamakarate mewakili Gubernur,” jelasTenny.
Pada kegiatan upacara, nampak suasana sangat berbeda dari upacara di hari-hari biasanya. Kali ini terlihat lebih semarak dengan balutan busana pakaian adat dari beragam daerah. Tentunya hal ini menjadi perhatian khusus bagi Sekdaprov Sulteng. Dan memberikan apresiasi kepada BKKBN Sulteng yang telah dapat melaksanakan seremonial upacara Harganas dalam nuansa adat.
” Satu hal yang patut diapresiasi karena melihat peserta upacaranya pada kompak dan semua menggunakan pakaian adat dari beragam daerah. Ini menunjukkan rasa persatuan yang utuh dalam keragaman suku dan agama . Walau berbeda namun satu dalam kebhinekaan, ” ujar Hidayat disela sambutannya pada upacara Harganas ke XXVI.
Momentum Harganas ke XXVI, menjadikan Keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan untuk mewujudkan
kesejahteraan bangsa ini menuju masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Momentum Hari Keluarga Nasional ke XXVI menjadi spirit untuk meraih Indonesia emas di tahun 2045.
Dan sudah saatnya kita siap dalam menghadapi bonus demografi. ” Ini tantangan bagi kita semua. Karena dalam menghadapi bonus demografi, kita harus lebih memantapkan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan meningkatkan peran serta dari para mitra dan stakeholders agar lebih intens lagi dalam menggalakkan program KB.
“Program KB diyakini telah berhasil dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Karena program KB ini mampu melahirkan keluarga kecil, mandiri dan berdaya saing,” tandasnya.
Untuk itu keberadaan Kampung KB harus lebih diaktipkan di masyarakat. Karena Kampung KB memiliki banyak program pemberdayaan yang tujuannya akan lebih menguatkan ketahanan ekonomi keluarga.
” Saya melihat program Kampung KB di Sulawesi Tengah belum dijalankan secara maksimal. Untuk itu saya harapkan sinergitas dari semua pihak untuk lebih berperan aktip dalam menggalakkan program yang ada di kampung KB. Karena program kampung KB ini sangat menentukan keberhasilan pembangunan di bidang kependudukan,” pungkasnya. (*)

