Parimo – portalsulawesi.id – Jembatan merupakan alat penghubung antara desa ke desa lain, berbeda dengan pemandangan di saat jam sibuk, dimana banyak pengguna yang melintasi jembatan merasa tak nyaman, pasalnya badan jembatan yang konon sudah puluhan tahun hanya menggunakan kayu berukuran 10X20 cm nampak tak terurus.
Kontruksi badan jembatan Desa Kotanagaya dan Lambunu Utara Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parimo, nampak mulai rusak sudah lama sejak jembatan ini di bangun, tanpa ada penggantian bahkan jika rusak masyarakat yang mencarikan penggantian kayunya, agar dapat di lewati pengendara tak hayal pula setiap pengendara yang melintas merasa tak nyaman jika melihat kontruksi badan jembatan yang banyak rusak dan kayunya sudah patah sehingga mengganggu para pengendara.
“Jika pada saat pagi hari jembatan ini banyak yang antri untuk melintas, antara lain anak sekolah dan masyarakat yang akan beraktivitas, begitupun pada siang hari dan sore, selalu banyak pengendara yang melintas, dan jika saat hari pasar, jembatan ini sering di lewati mobil opsi, bukan hanya itu saja bahkan mobil truk pengangkut material juga ikut menggunakan satu-satunya jalur alternatif ini” Tutur Andri salah satu warga setempat
Warga lainnya juga ikut menambahkan bahwa jembatan ini tidak pernah beroleh perhatian serius dari pemerintah
“Sudah berulang kali jembatan ini di mediakan tapi tak juga ada dari pihak Pemerintah Daerah atau Provinsi yang memperhatikan, jika ini di biarkan begini terus kasihan masyarakat yang menggunakan fasilitas jembatan yang mengancam keselamatan pengendara, kami berharap pemerintah dapat memikirkan jembatan ini” Harap Amir yang juga merupakan warga setempat.
“Kalau pemerintah benar benar peduli dan memikirkan insfrasruktur yang ada, kiranya mereks dapat memperhatikan jembatan kami yang ada di desa Kotanagaya dan Lambunu Utara Kecamatan Bolano Lambunu ini, bisa di perhatikan bukan hanya di tinjau begitu saja tanpa ada perbaikan” Tegas Herson salah satu sopir mobil pribadi yang sering penggunakan jalan menuju ke tempat dia bekerja.
CR : Deni Renanldi/Yunus
Editor : Redaktur

