Padang ,portalsulawesi.id – Kenangan Berpetualang di Bumi Minangkabau Tahun 1983 Oleh Presiden Joko Widodo ternyata Menoreh Sebuah Cerita Kerinduan akan Tanah Minang,Kerinduan Akan Alam Nan Indah di Tanah Minang di Ungkapkan Presiden di Hadapan Para Tamu Undangan di Peringatan Puncak hari Pers nasional Tahun 2018 di Pantai Padang,Sumatera Barat, Jumad (9/8).
“Saya ingat betul waktu naik Gunung Kerinci tahun 1983 lewat ke Solok Selatan. Kekaguman saya akan rumah tradisi, rumah adat yang sangat cantik dan indah. Sebagai bagian dari perawatan kekaguman tersebut, Untuk Melestarikan itu, saya pada hari ini mencanangkan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat,” kata Jokowi dihadapan Para Undangan dan di sambut Tepuk Tangan Para Undangan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk merevitalisasi Kawasan Kampung Adat Saribu Rumah Gadang yang merupakan kawasan cagar budaya di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Usai memberikan sambutan, Jokowi melakukan penandatanganan prasasti didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria.
Jokowi juga menugaskan Kementerian PUPR untuk melakukan penataan kawasan pariwisata Nagari Tuo Pariangan di Tanah Datar sebagai Desa Terindah. Keduanya ditargetkan selesai akhir tahun 2018.
“Revitalisasi Saribu Rumah Gadang Harus Selesai Tahun 2018 ini “ Pesan Presiden Kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Revitalisasi bangunan dan lansekap baru kawasan nantinya akan menambah keindahan kawasan tersebut sebagai kawasan cagar budaya dan destinasi wisata.
Kawasan Saribu Rumah Gadang memiliki aset budaya berupa 130 buah rumah gadang yang saling berdempetan satu sama lain dan sebagian sudah berumur ratusan tahun. Saat ini terdapat 40 rumah yang mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan segera.
“Kementerian PUPR sendiri melalui Ditjen Cipta Karya sudah memprogramkan revitalisasi kawasan tersebut. Dalam rencana induk, akan dilakukan perbaikan bangunan rumah gadang yang ada, penataan lanskap kawasan, dan pembangunan landmark utama dan peningkatan fasilitas untuk wisatawan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Seperti yang dilansir Liputan6.com.
Basuki melanjutkan, pemugaran rumah gadang akan melibatkan tukang-tukang tuo yang memiliki keahlian dalam membangun serta membuat ornamen bangunan seperti ukir-ukiran. Keahlian ini dalam beberapa waktu belakangan memudar, sehingga proyek-proyek pemugaran ini sekaligus akan menjadi workshop atau media latihan bagi masyarakat setempat.
Bangunan yang akan dibangun diantaranya gerbang penyambut, panggung, ruang terbuka hijau, toilet, dan area wisata tepi sungai dengan empat menara yang konsepnya diambil dari kisah Empat Raja (Ampek Rajo). Desain keempat menara tersebut akan disayembarakan.
Selain atraksi budaya, Solok Selatan juga memiliki keindahan alam yakni Gunung Kerinci. Gunung api aktif tertinggi di Asia Tenggara ini kini bisa didaki dari Solok Selatan.***
Laporan : Zulfitra

