Sultra-Muna, portalsulawesi.id – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Laskar Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar aksi massa didepan Polres Muna guna mendukung percepatan penyelesaian kasus cabul yang dilakukan Kepala Desa Labunti terhadap salah satu Mahasiswi KKN IAIN Kendari, senin (3 September 2018).
Jendral Lapangan Aksi Jusbar Lippu mengatakan Kepala Desa Labunti yang melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu Mahasiswi KKN IAIN Kendari, berarti mencoreng seluruh nama baik mahasiswa IAIN Kendari, menghina almater kami, dan menyakiti seluruh civitas akademi kampus IAIN Kendari.
Dia menambahkan, Sebagai satu-satunya kampus negeri yang berlafaskan Islam di Sulawesi Tegara, IAIN Kendari selalu menjaga mahasiswinya dengan menutup aurat sehingga terhindar dari pebuatan yang menyimpang dan dilaknat allah Swt.
“Dengan kejadian perbuatan cabul Kades Labunti tanggal 10 Agustus 2018 lalu terhadap salah satu Mahasiswi KKN IAIN Kendari, kami juga ikut terluka sebagai mahasiswa IAIN Kendari sehingga aksi ini kami lakukan untuk menjaga dan memulihkan nama baik kampus IAIN Kendari,” kata Jusbar Mahasiswa Fakultas ekonomi dan bisnis islam semester VI ini.
“Kami berharap dengan sudah ditanganginya proses hukum oleh Polres Muna sejak sabtu (25 Agustus 2018) dan sudah dilakukan penangkapan terhadap Kades Labunti, segera untuk dituntaskan sesuai prosedur perundang undangan yang berlaku,” harapnya.
“Aksi ini dilakukan bukan hanya di Muna, akan tetapi kawan-kawan mahasiswa IAIN Kendari dikampus juga melakukan aksi hari ini, sehingga kami mohon tidak ada yang bermain dalam kasus ini, bila ada yang bermain, maka kita akan melaksanakan aksi yang lebih besar lagi,” tegasnya.
Dari pantauan portalsulawesi.id penutupan aksi dengan doa bersama massa aksi dan pihak Kepolisian, ini dilakukan sebagai bentuk sikap bahwa “kezaliman akan dikalahkan dengan kebenaran”.
Reporter : La Ode Alim

