Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Massa Aksi terjadi bentrok dengan aparat Polres Muna sebagai bagian kegiatan latihan simulasi dalam ajang pengamana Pemilu 2019 di wilayah hukumnya.
Terlihat massa aksi gadungan simulasi pingin menghadang calon Presiden dan Wakil Presiden dalam melakukan kampanye, juga mendatangi kantor KPU yang tidak puas dengan hasil Pemilu, namun aparat Kepolisian mensimulasikan latihan pengamanan dalam meredam gerakan massa aksi secara terukur dan prosedural.
Kasat Sabhara Polres Muna IPTU A. Pontjo Direjo mengatakan Target dari latihan simulasi ini, agar kita diperhadapkan pada situasi yang sesungguhnya, maka itu tidak asing lagi buat Kepolisian.
“Kita akan persiapkan diri dalam latihan simulasi untuk menghadapi keadaan yang paling buruk, untuk bisa mengedalikannya bila terjadi kedepannya,” kata Pontjo sapaan akrabnya kepada portalsulawesi.id di Alun alun Raha, kamis (21/3).
Dia menjelaskan, dalam zona hijau massa mendatangi KPUD untuk menuntut perhitungan ulang, namun dengan Dalmas awal yang berada disana, melalui negosiasi mereka membubarkan diri.
Bila massa aksi masuk dalam zona kuning dengan jumlah massa aksi yang semakin banyak menuntut dan mencari ketua KPUD, namun dengan melihat situasi demikian, Latihan simulasi ketua KPUD akan diamankan, tambahnya.
Dengan situasi massa yang semakin banyak, juga dengan keadaan yang semakin brutal, pada situasi seperti itu, Polres menghadirkan Dalmas inti melakukan pengamanan di KPUD, tuturnya.
“Namun dalam situasi yang tambah brutal dan tidak terkendali, massa melakukan pembakaran maka akan berlaku situasi merah,” ungkapnya.
Pada situasi merah ini, maka Kepolisian melakukan tindakan tegas dan terukur, seperti melakukan tembakan peringatan, dan menggunakan tembakan senjata karet kepada arah massa aksi yang anarkis sehingga situasi dapat dikendalikan. tutupnya.
Laporan : La Ode Alim

