Menteri Kominfo RI Rudiantara, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol.Setyo Wasisto, Ketua KPI Yuliandre Darwis, Kapolda Sulteng Brigjen.Pol. I Ketut Argawa, Danlanal Palu Letkol Laut (P) Tommy Herlambang, Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate dan Kadis Kominfo Sulteng Moh.Nizam serta Ketua KPID Sulteng, Hary Azis, diacara puncak Hasiarnas ke-85 yang diselenggarakan di Palu dengan satu komitmen dalam tema dari Palu Indonesia Bicara Baik.(F-Nila)
PALU, Portalsulawesi. Com– Puncak hari penyiaran nasional (Hasiarnas) ke-85 di Palu, Sulawesi Tengah berlangsung dengan sukses. Dimana sebelumnya kegiatan Hasiarnas ini ditandai dengan aksi jalan santai yang diikuti oleh seribuan siswa SMA/SMK se-Kota Palu, dan sejumlah instansi/lembaga pemerintah yang turut serta meramaikan aksi jalan santai yang dilepas oleh Gubernur Sulteng, Longki Djanggola didampingi Menteri Kominfo RI,Rudiantara, pada Minggu (1/4//2018), bertempat di Lapangan Pogombo kantor Gubernur Sulteng.
Hadir dalam kegiatan jalan santai, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol.Setyo Wasisto, Ketua KPI, Yuliandre Darwis, Kapolda Sulteng, Brigjen.Pol. I Ketut Argawa, Danlanal Palu, Letkol Laut (P) Tommy Herlambang, Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate, Kadis Kominfo Sulteng, Moh.Nizam dan Ketua KPID Sulteng, Hary Azis.
Dalam aksi jalan santai ini, Pihak KPID Sulteng bekerjasama dengan BNI 46 Palu membagi-bagikan hadiah kepada peserta jalan santai dalam bentuk undian sebagai bentuk terimakasih atas kebersamaan dalam menyukseskan penyelenggaraan Hasiarnas di Sulteng.
Namun sebelumnya itu, Menteri Kominfo RI Rudiantara menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulteng terisitimewa kepada para adik-adik siswa yang turut meramaikan perayaan Hasiarnas ke-85 di Palu, agar memanfaatkan keberadaan internet dengan baik dan menghindari konten-konten yang berbau pronografi karena dan jangan menjadikan media sosial untuk hal-hal yang negatif.
”Manfaatkan media sosial untuk hal positif dengan menyebarkan konten yang mendidik, enlightment, empowerment, dan membangun karakter nasional. Saya berharap adik-adik siswa agar memposting hal-hal positif dan menjadikan media sosial sebagai wadah untuk belajar menuju persaingan di era pasar bebas. Karena itu, saya harap adik-adik bisa lebih kreatif dalam menyebarkan hal positif. Karena dengan berperilaku bijak di media sosial, adik-adik siswa dapat berkontribusi besar dalam memutus derasnya peredaran berita-berita hoax, fitnah, atau ujaran kebencian (hate speech). Kelak adik-adik dapat menjadi agent of change dalam membangun nasionalisme generasi muda,” himbau Menkominfo Rudiantara pada orasinya di Hasiarnas yang dipusatkan di lapangan Pogombo kantor Gubernur Sulteng.
Hal yang sama juga disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol.Setyo Wasisto. Dia mendorong para generasi muda untuk memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif. “Hindari konten-konten yang berbau pornografi, karena kejahatan dalam dunia siber saat ini sudah semakin marak terjadi. Karena itu, mari kita hindari hoaks, jauhkan isu sara di medsos yang tujuannya hanya untuk memecah belah persatuan bangsa,” ujar Irjen Pol.Setyo Wasisto dalam orasinya sembari mengatakan bahwa pelanggaran yang terjadi di dunia siber sudah menjadi kewenangan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Setiap pergerakan semua situs yang ada di dunia maya, fungsi pengawasannya sudah ada di Kominfo namun fungsi penindakannya ada di Direktorat tindak puidana siber Bareskrim Polri. Terutama dalam hal penyebaran konten negatif di dunia maya yang dapat diklasifikasikan sebagai cybercrime seperti pengajaran mengenai hal- hal yang berbau terorisme dan radikalisme, itu menjadi perhatian dari tim siber bareskrim Polri.
Sementara itu, Ketua KPI Yuliandre Darwis menghimbau para generasi muda untuk menjadi trendsetter. Disisi lain, pihaknya juga menghimbau para penyelenggara penyiaran yang ada di Palu untuk meminimalisasi pelanggaran penyiaran yang tidak pantas untuk ditayangkan.
“Memang konten penyiaran itu sepenuhnya ranah KPI, karena itu para penyelenggara penyiaran diminta untuk tidak menayangkan konten-konten yang berbau pornografi dalam upaya meminimalisasi terjadinya pelanggaran terhadap penayangan program isi siaran,” tandas Yuliandre yang mengajak para orangtua untuk lebih selektip dalam memberikan tontonan bagi anak-anak, yang harus disesuaikan dengan kategori usia.
Namun pada intinya, pada momentum hari penyiaran nasional tahun ini, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyuarakan satu kalimat yang menjadi tema Hasiarnas ke-85, Dari Palu Indonesia Bicara Baik.
REDAKTUR : NILAWATI

