Soyojaya,portalsulawesi.id-“ Bau”, nama salah satu desa di kecamatan Soyojaya Kabupaten Morowali Utara ini memang unik,saking uniknya salah satu program desa yang dianggarkan oleh pemerintahan di desa ini juga menjadi unik diperbincangkan warganya.
Adalah pembangunan jaringan air bersih untuk warga desa Bau tahun 2016 silam,program yang telah sukses dilaksanakan ini meninggalkan setumpuk persoalan,pasalnya jaringan air bersih yang dibangun sepanjang 8 Kilometer ini selain sudah tidak berfungsi juga menimbulkan pertanyaan warga seputar bahan yang dipakai untuk menyalurkan air bersih dari saluran penangkap air (intake).
Diproyek air bersih desa ini,digelontorkan dana sejumlah Rp.642.442.500 pada tahun 2016 dengan rincian Rp .611.850.000 untuk fisik termasuk pembelian Pipa air bersih standar SNI,perencanaan sebesar Rp.18.355.000 serta tehnik dan pengawasan sebesar Rp.12.237.000 dengan masa kerja 90 hari dan di swakelolakan.
Sayangnya,dalam realisasi pelaksanaan proyek tersebut,pihak pemerintah Desa Bau mengadakan Pipa air bersih PVC jenis AW dengan diameter beragam,pipa warna putih dengan panjang 4 meter persatu unitnya inipun menuai protes warga.
Pasalnya pipa jenis ini selain tipis,juga tidak sesuai dengan usulan saat rapat di desa Bau sebelumnya,saat Musrembang disepakati memakai pipa Air PVC Ber SNI dengan Ketebalan bahan maksimal dan panjang pipa 6 meter,tetapi realisasinya pihak Desa hanya membelanjakan pipa PVC jenis AW dengan panjang 4 meter perunitnya dengan bahan yang tipis.

‘Coba kita lihat pipanya,ini bahannya tipis dan gampang rusak,sudah banyak yang pecah saat dipasang ,tidak sesuai dengan yang disampaikan saat rapat dulu “ ujar salah satu tokoh masyarakat yang meminta namanya jangan dimediakan.
Menurut sumber,pipa PVC jenis AW ini hanya dipakai untuk instalasi air kotor pada WC ataupun saluran air pada talang rumah ,pipa ini selain tipis juga tidak mampu menahan tekanan saat air dialirkan ke pengguna.
“pipa PVC jenis AW ini peruntukkannya hanya buat WC dan Talang Air hujan,bukan untuk pipa air minum “ ujar sumber.
sumber juga mengatakan jika proyek pembangunan Air bersih Desa tersebut memang direncanakan tahun 2016,hanya saja pelaksanaanya ditahun 2017.
“kades lama itu hanya terlibat saat perencanaan program,yang belanja bahan kades sekarang'”jelas sumber .
Kepala desa Bau,Kalten Kanino saat ditemui dikediamannya,berkelit dengan mengatakan pembelian Pipa PVC jenis AW untuk Pembangunan jaringan Air Bersih Desa tahun 2016 tersebut bukan tanggung jawabnya,karena dilakukan semasa desa Bau di pimpin kades sebelumnya yakni Adrian Bulela.
“pembelian pipa itu waktu Adrian Bulela jadi kades,saya baru dua tahun lebih menjabat “ ujar Kades Bau,kalten Kanino dikediamannya saat ditemui Portalsulawesi,Rabu (06/03/2019).
Menurut Kalten Kanino,fihaknya tidak mengetahui apapun terkait pembelian pipa air bersih tersebut,dirinya bahkan menyebut Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Bau yang bertanggungjawab selain Mantan Kades jika pengadaan Pipa tersebut bermasalah.
“Yang tau masalah pipa itu selain kades juga TPK saat itu,Berbin sayo namanya,sekarang Kasi Kesejateraan Desa Bau “ Kelitnya.
“tahun ini saya menganggarkan kembali pembelian pipa air bersih untuk mengganti pipa yang bermasalah tersebut “ tambahnya.

Pantauan media ini dilapangan,proyek pembangunan Jaringan Airbersih Desa Bau tersebut memang bermasalah,selain banyaknya pipa yang telah pecah akibat tipisnya bahan pipa PVC yang dipasang,juga tidak ditanamnya fisik pipa sehingga rentan terkena sinar matahari .
Saat ini ,jaringan air bersih desa yang dianggarkan dari Dana Desa tersebut sudah tidak mengalirkan air lagi kewarga,bahkan salah satu Bak penampung air sejak dibangun tidak dapat dipergunakan akibat salah kontruksi.
untuk itulah,sebahagian besar masyarakat Desa Bau berharap aparat hukum bisa turun tangan menangani persoalan tersebut,dikarenakan masyarakat ragu akan efesiensi penggunaan Dana Desa untuk membeli Pipa tersebut.
“aparat Hukum harus memeriksa Kades Bau terkait Pipalisasi air bersih desa ini,supaya jangan jadi polemik terus disini ” tegas sumber. ***
Penulis : tim Portalsulawesi.

