Sigi,portalsulawesi.id- Detasemen Peralatan XIII/2 Palu melakukan pemusnahan sejumlah bahan peledak berupa 96 Granat tangan,satu buah mortar serta ribuan butir munisi dari berbagai jenis senjata standar TNI,pemusnahannya dengan jalan diledakkan serta digoreng.
Pelaksanaan pemusnahan Munisi dan Bahan peledak yang telah rusak oleh Denpal XIII/2 Palu dilaksanakan sebagai sebuah kegiatan rutin untuk menjaga kualitas Amunisi serta Bahan Peledak lainnya dilingkup TNI AD.
Kegiatan pemusnahan (Disposal) amunisi dan Bahan peledak di laksanakan pada hari Selasa (25/06/2019)dilapangan tembak Pandu Sakti Desa Paneki milik Kodim 1306/Donggala.
Kegiatan Pemusnahan Amunisi dan Bahan Peledak Jenis Granat dan Mortir dipimpin oleh Dandenpal XIII/02 Palu ,Mayor Cpl Yanto Tanan ST yang diwakili oleh Kapten Cpl Pedo selaku Pasibek Denpal XIII/02 Palu serta 13 orang Anggota TNI AD lainnya.
Selain Personil dari Denpal XIII/02 Palu,tampak hadir dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 13.04.02 Palu ,Polisi Militer serta Damkar Kota Palu.
“Kehadiran Unsur Kesehatan,Pemadam Kebakaran serta Polisi Militer adalah sebuah Protap yang tercantum dalam Renlap (rencana Lapangan) dan Renpam (rencana pengamanan) kegiatan pemusnahan Amunisi serta Bahan peledak seperti saat ini “ Jelas Kapten Cpl Pedo disela persiapan kegiatan Pemusnahan Munisi dan Peledak lainnya di lapangan tembak Paneki.
Untuk pemusnahan tersebut,96 Buah Granat tangan,satu buah Mortir serta tujuh buah Bom pipa sisa kerusuhan diwilayah Poso dan Sigi dimasukkan dalam lubang Galian bersama Dinamit jenis TNT,kemudian dengan sekali picu tombol detonator,puluhan granat tersebut meledak.
Bunyi ledakan penguaraian (Disposal)terhadap Granat nenas dan Mortir tersebut menimbulkan suara dentuman keras yang membuat masyarakat terkejut,bunyi ledakan tersebut terdengar hingga di Kota Palu.
“dari hasil visual dan ujicoba terhadap munisi tersebut,ditemukan ada munisi yang sudah Ket,artinya sudah tidak meledak dan rusak ,setelah kami pisahkan dan ajukan ke pimpinan,sehingga turunlah perintah pemusnahan terhadap Munisi dan Bahan peledak yang sudah tak layak pakai tersebut “ ungkap Kapten Cpl Pedo .
Untuk Munisi,pemusnahannya dengan cara di goreng,yakni ribuan butir Munisi (peluru) berbagai ukuran tersebut dimasukkan didalam drum bekas,kemudian dibakar hingga meledak dan terurai.

Dari keterangan yang diberikan pihak Denpal XIII/02 Palu, kegiatan pemusnahan Munisi dan bahan peledak tersebut meliputi Munisi Pistol Isyarat Kaliber 1 “ putih sebanyak 422 butir,munisi Pistol Kaliber 1 “ merah sebanyak 163 butir,munisi pistol isyarat 1 “ Hijau 133 butir,munisi ini buatan Pindad tahun produksi 1986-1987.
Kemudian ada munisi pistol isyarat buatan Jerman barat (jembar) caliber 1” putih sejumlah 471 butir,caliber 1 “ merah sejumlah 266 butir serta caliber 1 “ hijau sebanyak 220 butir.
Selanjutnya ada Munisi senapan Tajam Kaliber 5,56 MM buatan belgia tahun 1985 sebanyak 9000 butir,munisi pistol tajam Kaliber 45 CTNM 1911 buatan USA tahun 1962 sebanyak 3463 butir,munisi tajam 9 mm (MU-1TJ) buatan Pindad tahun 1986-1988 sebanyak 1900 butir serta Munisi snp Tj 5,56 mm (MU-4TJ) buatan Pindad tahun 1995 sebanyak 4731 butir.
Turut dimusnahkan Granat Mortir (GMO) 60 MM type 6PE-A2 buatan Pindad tahun 1983 satu buah ,Granat Tangan deffentif 4 PE buatan Pindad tahun 1988 satu buah serta 96 buah Granat Tangan (GT) Type K-75 Korea tahun pembuatan 1980.***
Penulis : Heru

