Ir. Periskila Sampeliling, MSi, mewakili Kepala Balai Besar TNLL saat memberikan pengarahan kepada seluruh tim sebelum turun ke lokasi yang menjadi fokus schistosoma yang ada di emoat desa di Lore Barat. (foto:nila)
POSO Portalsulawesi. com -Kegiatan survei ke fokus schistosoma terutama di Dataran Tinggi Bada, yang merupakan salah satu wilayah penyebaran penyakit schistosomiasis di Sulawesi Tengah, mendapat apresiasi oleh masyarakat setempat terutama warga di empat (4) desa yang ada di Kecamatan Kode Barat Kabupaten Poso yang menjadi fokus schistosoma yakni Desa Kageroa, Desa Lengkeka, Desa Tuare dan Desa Tomihipi. Seperti disampaikan oleh keempat orang kepala desa (Kades) tersebut, diantaranya Kades Toare Semuel Wengkau, pada rapat pertemuan dengan pihak Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dan Litbang-Kes, yang berlangsung Sabtu malam(16/2/2018), bertempat di Balai Desa Tuare, Kecamatan Lore Barat. “Kami sangat bersyukur sekali atas kepedulian dari pihak Balai Besar TNLL bekerjasama dengan Litbang-Kes dengan mengadakan program survei ke fokus schistosoma di desa kami ini. Karena terus terang kami katakan bahwa sudah yang kesekian kalinya beberapa pihak melakukan penelitian terkait penyebaran penyakit schiatosomiasis ini namun tidak ada hasilnya. Kami juga tidak tahu seperti apa tindaklanjutnya sebab kami aparat desa tidak pernah dilibatkan. Dan kami bersyukur kali ini, kami bersama masyarakat Desa juga diikutsertakan dalam program ini dengan harapan agar kedepan ada tindaklanjut dari hasil survei ini karena kami yakin sekali bahwa benar di fokus-fokus yang diduga terindikasi adanya schistosoma itu memang benar ada kehidupan atau habitat keong schistosoma didesa kami ini, “ ungkap Kades Tuare, Semuel Wengkau diacara tanya jawab dalam rapat bersama dengan pihak BBTNLL.
Dalam kesempatan yang sama pula, Kades Tomihipi, Tertulaus Wanihi dan dua kepala desa lainnya, juga menyampaikan keluhan yang sama. Mereka inginkan agar masyarakatnya bisa terbebas dari penyakit Schistosomiasis. Penyakit yang mematikan sehingga butuh perhatian dan perlakuan khusus dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dalam upaya memberantas penyakit tersebut. Masyarakat kami membutuhkan penanganan yang serius dalam memberantas schistosoma agar masyarakat bisa terbebas dari serangan schistosoma.
Saat pencarian keong schistosoma di salah satu fokus yang ada di desa Tomihipi, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso. (foto:nila)
Melalui program inilah, Pihak Balai Besar TNLL mengharapkan adanya upaya yang sistematis dalam menekan tingkat infeksi atau penularan penyakit schistosomiasis pada masyarakat khususnya disekitar fokus schistosoma yang ada di area kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Ujar Perwakilan Sampeliling mewakili Kepala Balai Besar TNLL.
Hasil survei, ditemukan adanya kehidupan keong Schistosoma yang menebar dan berkembang biak di salah satu fokus di desa Lengkeka yang merupakan jalur air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. (foto:nila)
Dikatakannya, program penanggulangan penyakit schistosomiasis terintegrasi dengan program nasional penanggulangan penyakit menular. Disisi lain, program ini sejalan dengan upaya optimalisasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) . “ Maka dari itu, kami sangat mengharapkan peran serta dari para kepala desa untuk lebih pro aktif bersama tim kami dalam menindaklanjuti hasil survei ini, dengan memberikan masukan atau rekomendasi terkait cara penanganan dalam memutuskan mata rantai kehidupan endemik cacing schistosoma terutama yang ada di daerah buffer Taman Nasional Lore Lindu,” kata Periskila yang berjanji untuk segera menindaklanjuti hasil survei ini bilamana ditemukan adanya habitat schistosoma di area kawasan TNLL.
REDAKTUR : NILAWATI

