Parigi-portal sulawesi. Com,– Memasuki Hari Ketiga Pasca Lebaran Idul Adha,Dua Desa di Kecamatan Ongka Malino yakni Desa Ongka dan Desa Tabolo-Bolo menjadi Langganan Banjir,sebelumnya saat Perayaan Lebaran Idul Adha Jumad(1/9/2017),banjir sempat menggenangi Desa Ongka .
Ketinggian Air Saat itu mencapai satu Meter ,luapan Banjir menggenangi Badan Jalan dan Perumahan warga Desa Ongka dan Desa Tabolo-bolo, ini berlangsung sampai saat ini,Minggu (3/9/2017).
Air yang memasuki Perumahan Warga di Dua Desa Bertetangga Ini disebabkan Luapan Sungai Ongka yang letaknya berbatasan di antara Dua Desa,Sendimen tanah yang membuat Badan sungai terjadi Pendangkalan dan Penyempitan Alur sungai diduga Kuat sebagai salah satu penyebab Gampangnya Air meluap dikala Hujan Turun.
“Banjir begini menjadi Rutin terjadi di desa kami,kami meminta Perhatian Pemerintah agar sesegera ditangani agar kami juga bisa Hidup tenang,kami takutkan luapan Banjir akan mengancam Nyawa dan harta Benda kami “ Ujar Salah satu Tokoh di Desa Ongka.
Parahnya,Pukul 04.00 Minggu subuh,Jalan kabupaten Penghubung Desa Ongka dan Desa Tinombala Putus Total,badan Jalan Ambruk sedalam hampir tiga meter dengan Luasan Patahan mencapai 10 meter.
Akibat Putusnya badan Jalan Kabupaten ini,akses Transportasi yang melintasi dua Desa ini Putus Total, Badan jalan yang Amblas Tampak “Mengangga” dan membahayakan Pengguna Jalan.

Salah seorang Warga Pengguna Jalan,ditemui Portalsulawesi di Lokasi Putusnya Jalan Penghubung Desa Ongka dan Desa Tinombala mengatakan bahwa dengan Putusnya Jalan ini maka Kegiatan beliau selaku Sopir yang mengangkut Material bangunan akan sangat Terhambat.
“Kalau Begini Kondisi Jalan,kami hanya bisa Pasrah sembari menunggu kepedulian Pemerintah agar segera ditangani,kasian kami mau makan apa kalau tidak bekerja “ Ujar Sunardi ,Sopir angkutan Material memelas.
Sekertaris Desa Desa Tabolo-bolo Hasral Pariu,membenarkan bahwan jalan yang meng hubungkan desa tinombala dengan desa ongka persatuan putus sekitar jam 04.00 wita,
Menurutnya Putusnya akses Jalan tersebut dikarenakan air yang melewati gorong gorong Jalan terlalu deras dan besar debit airnya,sehingga Gorong gorong tersebut ambrol dan tergerus air .
“Airnya deras sekali,sementara Gorong gorongnya kecil dan sudah tergerus,kami sudah pernah mengajukan Proposal perbaikan kepada salah satu Anggota DPRD Parimo yang turun Reses tahun 2016 silam,Cuma sepertinya belum dapat direalisasikan “ Ujar Sekdes Tabolo Bolo kepada Portalsulawesi.
Kepala Dinas PPUPR zulfinasran yang di konfirmasi Via aplikasi whatShapp, mengatakan akan segera menindak lanjuti kerusakan jalan tersebut,dan secepatnya di lakukan perbaikan kembali,ia menyarankan kepada masyrakat yang melintasi jalan tersebut agar supaya menunggu waktu akan di perbaiki,
“Segera akan saya tindak lanjuuti,saya Menghimbau masyarakat pengguna Jalan lebih waspada dan Hati hati melintas jalan tersebut,akan saya Upayakan secepatnya melakukan Penanganan “ Tegasnya melalui Pesan Singkat ke Portalsulawesi.***
Reporter : K a m a l

