Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Bantuan bedah rumah atau yang di kenal dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mulai dari 2017 sampai 2019 bisa mencapai tiga ribuan rumah yang mendapat bantuan, baik sumbernya yang berasal dari DAK APBD Muna, Propinsi Sultra ataupun dari APBN Murni
Untuk tahun 2018 yang berasal dari APBN sebanyak 400 lebih unit dan DAK sebanyak 200 lebih unit (wilayah katobu) diluar dari itu menggunakan APBN.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Muna La Ode Ataludin mengatakan Kriteria masyarakat untuk mendapatkan batuan bedah rumah baik yang bersumber dari APBN kementrian ataupun dari DAK APBD Muna yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bukan masyarakat miskin sebab itu berbeda. MBR itu dianggap masih bisa berswadaya, aspek stimulannya dari pemerintah.
Dia menjelaskan, dari hasil progres pekerjaan, dari rumah yang tidak layak menjadi layak. Memang dalam menjalankan pekerjaan ini masih ada masalah, tapi semua bisa diselesaikan, namanya kegiatan pasti ada hambatan dan kendala yang dihadapi, alhamdulillah semua bisa kita selesaikan, Kalaupun ada kesalahan yang dihadapi, itu hanya miskomunikasi saja
Untuk pekerjaan bedah rumah 2018, sudah selesai tinggal laporannya saja, sekarang kita akan masuk program tahun anggaran 2019, tambahnya.
“Tahun anggaran 2019, yang bersumber dari DAK APBD Muna di fokuskan untuk kecamatan katobu sekitar 80 unit, APBD I dari Propinsi kita mendapatkan batuan sekitar 45 unit, dari APBN Murni sekitar 1.120 unit yang tersebar di semua kecamatan,” kata Ataludin kepada portalsulawesi.id, selasa (16/4) diruang kerjanya.
“Untuk satu unit rumah mendapat bantuan sebesar 17,5 juta dengan rincian 15 juta untuk pembelian bahan dan 2,5 juta untuk bayar tukang,” ungkapnya.
Menurtnya, Sebelumnya bantuan bedah rumah BSPS besarannya 15 juta tidak ada ongkos tukang, tetapi bagi lansia 58 tahun keatas dan penyandang disabilitas ada ongkos kerja dipotong dari besaran dana yang 15 juta itu.
Warga menyambut dengan gembira, sebab rumah mereka yang tidak layak bisa menjadi layak, pasti disambut positif masyarakat, tutur Ataludin.
Saya menghimbau kepada masyarakat untuk menerima bantuan ini dengan rasa penuh tanggung jawab sehingga bisa terbangun komunikasi yang baik terhadap pemerintah
Ini bagian kerja Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan kekumuhan, Semua program bantuan yang turun di Muna, tidak lepas dari peranan Bupati Muna LM. Rusma Emba dalam melakukan lobi kepusat dan Propinsi, tutupnya.
Laporan : La Ode Alim

