PALU,portalsulawesi.id–Dalamrangka menumbuhkembangkan pemahaman bagi para remaja atau generasi muda tentang arti pentingnya untuk program kependudukan, maka dalam hal ini Pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah mengadakan lomba pidato dan lomba karya tulis tentang kependudukan. Dengan harapan agar melalui kegiatan lomba seperti ini, para remaja bisa lebih memahami seperti apa yang dimaksud oleh BKKBN tentang program kependudukan.
“Saya harapkan melalui kegiatan lomba pidato dan lomba karya tulis ini, dapat menambah serta meningkatkan wawasan dan pemahaman para remaja tentang arti dari program kependudukan. Karena begitu pentingnya generasi muda atau remaja untuk mengetahui ilmu kependudukan. Jadi bukan hanya belajar matematika di sekolah, namun harus paham tentang bagaimana nantinya membangun keluarga. Sehingga harapan kita ketika nantinya remaja ini akan berkeluarga, mereka sudah punya wawasan tentang keluarga yang tentunya mereka mampu membangun sebuah keluarga kecil, bahagia, sejahtera dan berkualitas,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Abdullah Kemma, saat membuka kegiatan lomba pidato dan lomba karya tulis program kependudukan yang berlangsung Kamis (22/3/2018), bertempat di ruang Pola Kantor BKKBN Sulteng.
Pada intinya, kegiatan ini dimaksudkan dapat melahirkan remaja sebagai motivator bagi rekan sebayanya, remaja yang berkompeten dibidang kependudukan dan remaja yang peduli terhadap kondisi kependudukan Indonesia. Dan tentunya mereka harus memiliki minat dan kemampuan menjadi motivator sebagai agen perubahan dalam membangun bangsa melalui program kependudukan.
“Inilah harapan kita, bagaimana remaja itu bisa menjadi agen perubahan bagi rekan sebayanya, menjadi motivator dalam program kependudukan dan sangat memahami tentang arti pentingnya program kependudukan dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang berkualitas dan berdaya saing yaitu salah satunya dengan melahirkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, keluarga yang berkualitas,” pungkas Abdullah Kemma yang sangat mengharapkan agar para peserta lomba pidato dan lomba karya tulis dapat mengaplikasikan ilmunya bagi rekan sebayanya dalam sumbangsihnya terhadap pembangunan.
Memang diakuinya bahwa sangat sulit untuk mengajak remaja dalam menumbuhkan sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggungjawab terhadap masalah kependudukan. Dan ini merupakan sebuah tantangan, akan tetapi pihak BKKBN terus berupaya mencari solusi dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada, yang terkait dengan kependudukan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak BKKBN melakukan peningkatan kerjasama dengan sekolah-sekolah melalui program pendidikan kependudukan.
“Karena dipandang sangat perlu dilakukan sinkronisasi program kependudukan, salah satunya dengan membangun jaringan komunitas pendidikan kependudukan bagi generasi muda yang tujuannya untuk mencetak figur-figur yang dapat menjadi agen perubahan dibidang program kependudukan,” kata Yulianti, selaku ketua panitia kegiatan lomba pidato dan lomba karya tulis program kependudukan tahun 2018.
Untuk kegiatan lomba kali ini, diikuti oleh 37 orang peserta lomba pidato dan sebanyak 11 orang yang mengikuti lomba karya tulis.
“Para peserta dari sejumlah kabupaten/Kota diantaranya dari Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Kabupaten Poso,” kata Yulianti lagi.
Sementara untuk para juara I lomba pidato dan lomba karya tulis, akan dikirim ke BKKBN Tingkat Pusat untuk mengikuti seleksi lomba ditingkat nasional dalam memilih 5 peserta terbaik dari 33 provinsi. ***
REDAKTUR :NILAWATI

