Plt.kepala BKKBN Pusat, dr.Sigit Purnomo,MPH saat menyerahkan hasil rakor UPPKS berupa kesimpulan untuk segera ditindaklanjuti. Rakor berlangsung selama tiga hari.(F-Nila)
PALU, Portalsulawesi. Com – Beragam program telah diluncurkan, namun yang diharapkan adalah bagaimana program itu bisa mengarah pada pengentasan kemiskinan, dengan menyusun kerangka program yang bermuara pada peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.
Sebagaimana yang telah dilakukan oleh pihak BKKBN, salah satunya melalui program UPPKS. Dimana program ini telah memberikan arti yang lebih bagi masyarakat, mampu meningkatkan pendapatan keluarga dengan menciptakan kelompok usaha mandiri dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Kata Plt. Kepala BKKBN Pusat, Sigit Purnomo, program UPPKS ini mengajak masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, membuat usaha kecil atau UKM yang baru dengan dukungan dana dari pihak mitra BKKBN melalui pemanfaatan dana CSR-nya.
Program UPPKS inilah yang menjadi salah satu unggulan BKKBN dalam upaya pengentasan kemiskinan, sebagai wujud nyata dalam mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) , melahirkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
“Makanya itu, BKKBN melalui UPPKS ini harus dapat melahirkan keluarga sejahtera, keluarga yang memiliki nilai tambah dalam membantu menguatkan ekonomi keluarga melalui pendampingan usaha yang bisa dilakukan oleh para istri di rumah, sehingga kelak program ini dapat mewujudkan keluarga kecil yang mandiri dan berdaya saing. Dan memiliki simpanan hingga dimasa usia lanjut (lansia) sehingga sebelum tua, kita sudah harus sukses dulu agar lebih berdaya guna,” ujar Sigit, disela penutupan kegiatan rakorda UPPKS, pekan kemarin yang berlangsung di Hotel Mercure Palu.
Untuk mewujudkan hal itu, kata Sigit, BKKBN harus melakukan upaya bagaimana caranya meninggikan usia harapan hidup, sebagaimana yang disebut Bonus Demografi. “Bagaimana kita bisa memproduktipkan para lansia, agar bisa berdaya guna dengan melahirkan lansia yang mandiri. Tentunya dari sekarang kita harus memiliki usaha yang kelak bisa menjadikan kita bagian dari orang-orang yang sukses, sehingga kita sudah punya komitmen bahwa kita harus sukses sebelum tua, “ kata Sigit dengan mengajak seluruh para kelompok UPPKS dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah agar mampu menjadi fasilitator dalam menggerakkan program UPPKS ini dimasyarakat guna mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga. Dengan demikian, melalui program ini kelak dapat melahirkan lansia yang berdaya guna, yang tidak lagi menjadi beban bagi keluarganya.
Tentunya, dari sekarang kita harus mampu menjadikan putra-putri kita minimal mereka bisa menjadi lulusan Sarjana agar bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan punya pendapatan sendiri. Setelah itu baru dipersiapkan untuk membentuk sebuah keluarga dengan perencanaan yang matang dan mapan, dengan penerapan program PUP (Peningkatan Usia Perkawinan).
inilah tujuan BKKBN dengan mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, yang kelak dapat melahirkan lansia yang mandiri dan berdaya guna. Lansia yang sukses sebelum masa tuanya menghampiri. Dan tidak lagi menjadi beban keluarga. Lansia yang produktif.
REDAKTUR : NILAWATI

