Mewakili gubernur, Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Sulteng, Faizal Mang membuka rakorda KKBPK se Sulteng. (F-Nila)
PALU Portalsulawesi. Com– Sinergitas pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, yang dilaksanakan melalui rapat koordinasi (Rakorda), pekan lalu, telah berlangsung dengan baik. Dan hasilnyapun menunjukkan adanya penguatan kemitraan dengan sejumlah lembaga/instansi terkait program KKBPK.
Rakorda program KKBPK ini merupakan program rutin tahunan BKKBN sebagai penjabaran tindaklanjut pelaksanaan Rakornas KKBPK yang dilaksanakan pada awal Februari 2018 di Jakarta. Khusus Rakorda KKBPK di Sulteng kali ini yang mengangkat tema Penguatan integrasi program lintas sector di Kampung KB guna mempercepat terwujudnya kualitas sumber daya manusia di Sulteng, dihadiri kurang lebih seratusan peserta yang berasal dari berbagai organisasi kelembagaan dan mitra kerja BKKBN. Rakorda KKBPK ini bertujuan meningkatkan sinergitas komitmen dan dukungan pemerintah daerah dan mitra kerja dalam pemerataan dan pengelolaan pelaksanaan program KKBPK guna meningkatkan kualitas manusia khususnya di daerah ini. “Maksud dari pelaksanaan rakorda program KKBPK ini adalah bagaimana kita bersinergi dengan lintas sector, berkolaborasi dengan TP-PKK, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta berkomitmen dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dalam menggalakkan program kampung KB melalui optimalisasi pemanfaatan dana desa,” ujar Kepala BKKBN Sulteng, Abdullah Kemma diacara rakorda Program KKBPK, yang berlangsung di Hotel The Sya Regency Palu.
Pada kesempatan yang sama pula, Sekretaris Utama BKKBN, H.Nofrijal,SP.MA mengharapkan agar kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas dan koordinasi dengan semua OPD Dinas Pengendalian Penduduk dan KB yang ada di Kabupaten/Kota di Sulteng termasuk dengan instansi/lembaga terkait yang menjalin kemitraan dengan BKKBN Sulteng melalui program KKBPK.
“Harapannya adalah bagaimana melalui program ini dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan mewujudkan keluarga berkualitas. Salah satunya melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB terutama didaerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Meningkatkan ketahanan keluarga dan ketahanan remaja. Makanya program ini harus terintegrasi dan bersinergi dengan program prioritas pembangunan yang ada di Provinsi, Kabupaten/Kota,” tegas Nofrijal.
Olehnya, dibutuhkan dukungan kerjasama dengan dinas PMD dan menjalin kemitraan dengan instansi/lembaga untuk bersinergi dalam memperkuat jejaring pelaksanaan program KKBPK. Dibutuhkan peran serta pemangku kepentingan dalam operasionalisasi program KKBPK khususnya melalui program Kampung KB. Selain itu juga peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas dan organisasi perempuan sangat berpengaruh dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk bersama menyukseskan pelaksanaan program KKBPK. “Peran dari semuanya harus dioptimalkan dan mereka harus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan program KKBPK sehingga dalam hal ini mereka harus selalu mendapat informasi terbaru tentang kebijakan dan strategi program KKBPK,” kata Nofrijal berharap agar optimalisasi dari program ini juga dapat menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Sulteng yang masih cukup tinggi dan bahkan masih diatas rata-rata nasional.
Sementara itu, Asisten I Bidang pemerintahan, hukum dan politik, Faizal Mang mewakili gubernur Sulteng secara resmi membuka rakorda program KKBPK, juga mengharapkan agar pada kegiatan rakor ini perlu adanya pemetaan sumber daya yang terkait dengan program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Jika berhasil dipetakan dengan baik, maka pasti muncul program kegiatan yang betul-betul operasional di masing-masing sektor dan pasti terintegrasi. “Saya mengajak kepada semua OPD terkait di semua Kabupaten/Kota agar kiranya lebih proaktif guna mewujudkan kemajuan dan keberhasilan program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui BKKBN. Bagaimana kita bersama-sama menciptakan SDM yang berkualitas, sehat, cerdas dan kuat. Mari bekerja sebaik mungkin guna mensukseskan program KKBPK, karena BKKBN tidak bisa bekerja sendiri,” imbaunya.
Pada rakorda KKBPK kali ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU dengan sejumlah instansi/lembaga diantaranya dengan Dinas PMD, BNNP Sulteng, TVRI dan RRI. “Melalui kerjasama ini diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan penduduk di Sulteng dalam mendukung pelaksanaan program KKBPK terutama di wilayah pedesaan yang pertumbuhan penduduknya jauh lebih tinggi dibanding diperkotaan,” harapnya.
REDAKTUR : NILAWATI

