Jakarta, portalsulawesi.id – Perayaan Puncak Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018 Di Padang di Peringati Secara Nasional di Danau CimpagoPantai Padang Sumatera Barat,Kegiatan Tahunan ini di Hadiri Ribuan Wartawan Se Indonesia,Jumad (9/2).
Turut Hadir Dalam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018 Para Duta Besar Negara Sahabat,23 Orang Menteri,Panglima TNI,Kapolri serta Sejumlah Petinggi Negara dan Pemerintah Daerah dan Para Sepuh Dunia Pers di Indonesia.
Dalam sambutannya, di puncak HPN 2018, Jokowi di hadapan ribuan undangan mengatakan di era informasi yang melimpah, pers masih diperlukan untuk membangun narasi kebudayaan dan peradaban baru.
Mungkin, kata Jokowi, sekitar lima tahun belakangan masyarakat mendengar berbagai analisa yang mengatakan bahwa media mainstream, media massa akan digeser media sosial, media baru. Media massa pers yang dikenal sebagai pilar ke-4 demokrasi dianggap akan sulit bersaing dengan media sosial dan digital
“Saya percaya bahwa di era lompatan kemajuan teknologi di era melimpahnya informasi dan misinformasi, justru pers makin diperlukan,” kata Jokowi di Padang di hadapan Para Undangan.
Menurut Jokowi, pers semakin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran, pers semakin diperlukan sebagai penegak fakta.
“Pilar penyebar aspirasi yang ada di masyarakat, memotret masyarakat yang semakin bergerak semakin efisien dan melahirkan revolusi industri 4.0 berbasis digitalisasi dan anlaytic data,” kata Jokowi.
Ada Yang menarik Ketika Presiden Mengundang Salah Satu Wartawan Naik Di Atas Panggung ,Jokowi Ingin Bertukar Peran Dengan Wartawan, Alasannya selama Ini Presiden Sering Di berondong Dengan Pertanyaan Pertanyaan Sulit.
“Saya sering igat kalau pas dicegat, doorstop, 80-90 wartawan, pertanyaan tidak satu dan pertanyaan sulit semua karena ditembak langsung karena kita sering tidak siap. Saya minta wartawan maju ke depan,” kata Jokowi.
Muhamad Yusri Raja Agam,Wartawan Asal Surabaya Mendapat Kesempatan Emas Tersebut ,Beliau Terpilih dari Sekian Banyak Wartawan Yang Unjuk Tangan Untuk Bertukar Peran Dengan Presiden.
“Saya Baru 40 Tahun Jadi Wartawan Pak” Ujar Muhamad Yusri Raja Agam Merendah.
“Waduh,Saya Berharap Dialog Dengan Wartawan Yunior ini Malah Dapat Yang Senior “ Canda Jokowi.
Jokowi kemudian meminta Muhammad Nur berperan menjadi presiden, dan Jokowi menjadi wartawan.
Mendengar Permintaan Presiden itu,Wartawan Senior Asal Surabaya tersebut kemudian seolah berperan menjadi Presiden Yang Melayani Wartawan dalam Sebuah Wawancara
“Baik saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan,” kata “Presiden ” Yusri,sapaan Akrab Muhammad Yusri raja Agam.
“Saya enggak berani ke wartawan seperti itu, yakin sekali, jadi presiden bagus ini,” kata Jokowi sambil tertawa.
Kemudian Jokowi melontarkan pertanyaan ke Yusri. “Bapak kan punya menteri 34, menteri mana yang mana menurut bapak paling penting?”
“Semua penting, “Menteri yang bisa membuat presiden nyaman.”Kata Presiden Dadakan Tersebut.
Jokowi kemudian bertanya kembali, “Menteri yang bapak anggap penting yang mana, to the point aja, jangan muter-muter saja.”
“Menteri yang mengurusi wartawan, berarti menteri kominfo,” kata Yusri.
“Mengapa anggap paling penting?” tanya Jokowi.
“Supaya informasi disampaikan, dari kota ke desa, desa ke kota, semua menerima informasi, termasuk informasi politik,” kata Yusri.
Suasana Pun Riuh dengan Tepuk Tangan Dan Gelak Tawa Para Undangan melihat Adegan unik “Tukar Peran “ Tersebut.
Jokowi lalu “Curhat” dirinya terkadang sebal dan jengkel ketika ditanya wartawan, karena pertanyaan yang diajukan di awal enak, kemudian di tengah-tengah diajukan pertanyaan yang jengkel.
“Media apa yang paling menyebalkan, yang sering bikin jengkel?” tanya Jokowi
“Media abal-abal,” jawab Yusri.
“Tidak ada media abal-abal di lingkungan istana, tidak ada abal-abal, medianya semua resmi, tapi banyak yang menyebalkan. Entah TV, entah online, entah cetak,” katanya.
“Hmmm….Rakyat Merdeka,” kata Yusri setelah Sesaat Berfikir.
Mendengar jawaban itu, Jokowi tertawa. “Pak presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya, sama persis,” kata Jokowi
“Kenapa Rakyat Merdeka?” tanya Jokowi.
“Kalau Rakyatnya Merdeka, pemimpin susah,” jawab Yusri.
Dialog antara Jokowi dan Yusri pun usai disambut tawa tamu undangan HPN 2018.
“Terima kasih,Presidennya saya Ambil Alih Kembali,” kata Jokowi Sambil Meng hadiahi Sebuah Sepeda Kepada Muhammad Yusri Raja Agam.***
Laporan : S y a h r u l

