Touna,portalsulawesi.id– Penolakan taman nasional kepulauan togeanTNKT terus di lakukan masyarakat yang ada di wilayah kepulauan Togean dan sekitarnya, masyarakat menilai kehadiran TNKT memberikan dampak buruk kepada masarakat kepulauan khusnya para petani dan nelayan. Sejauh ini puluhan ribu hektar telah di kapling oleh pihak TNKT dan dijadikan sonasi. Dari puluhan ribu hektar lahan yang di kapling oleh pihak TNKT di antaranya termasuk sebagian kebun petani yang luasnya mencapai sepuluh ribu hektar. Yang lebih parah lagi para petani tidak bisa lagi menambah atau memperluas area perkebunan mereka.
Hal ini di benarkan oleh Bustang Selaku Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT ) Saat di temui di ruang rapat kantor Tnkt pada selasa,(26 /11/ 2018),menurutnya Pihak TNKT tidak melarang masyarakat mengambil hasil Tani mereka di dalam zona pemanfaatan,hanya saja untuk menebang kayu itu di larang keras.
“ ya ,memang ada kurang lebih sepulu ribu hektar kebun petani yang termasuk kawasan TNKT namun sj kami tidak melakukan pelarangan kepada petani untuk mengambil hasil tani mereka, silahkan ambil apa yang ada di dalam kebun kalian. Yang tidak di benarkan adalah menebang pohon kayu yang ada di area itu “ Ungkap kepala balai TNKT.
Dia menambahkan apa yang di lakukan TNKT hanya semata mata untuk masyarakat pulau. Kami juga mau masyarakat kepulauan bisa sejahtera, olehnya kami akan terus melakukan pemberdayaan dengan memberikan bantuan sesuai apa yang menjadi kebutuhan mereka,katanya.
Hanya saja sebagian besar masarakat kepulauan sampai hari ini tetap menolak kehadiran TNKT di wilayah kepulauan. Sebab menurut mereka ini akan menyengsarakan Rakyat , apa lagi sudah sepuluh ribu hektar kebun petani yang sudah di kapling oleh pihak TNKT dan dianggap masuk Zona Kawasan Konservasi TNKT.
“kami di larang untuk menambah luas kebun kami. Kami tetap akan memperluas kebun kami guna untuk meningkatkan hasil produksi kami sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan hidup kami. Anak sekolah kami banyak dan biaya itu kami ambil dari hasil kebun kami “Ungkap salah satu warga kepulauan Togean yang kebunnya masuk dalam Zona pemanfaatan TNKT sembari meminta namanya jangan di mediakan.***
Penulis : Rusli P

