Sultra-Muna, portalsulawesi.id- La Ode Muhammad Aswin bakal bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna tahun 2020 mendatang.
LMA mengatakan, Memang dalam Pilkada Muna 2020, saya ada rencana untuk maju, akan tetapi saat ini tahapannya masih menaikan elektabilitas.
“Untuk menaikan elektabilitas, saya butuh dua sampai tiga bulan ini, kemudian saya akan melakukan survey dan mencukupi perhitungan yang saya kejar, setelah itu saya tekatkan maju pada Pilkada Muna, menjadi Calon Bupati Muna periode 2021-2025,” kata Amal sapaan akrabnya dalam jumpa pers dikediamannya, kamis (27 juni 2019).
Dia melanjutkan, untuk partai pengusung, saya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa partai yang berada dilevel pusat, nanti partai didaerah, kita akan menyesuaikan dengan prosedur yang ada, melalui pendaftaran dipartai politik didaerah.
“Partai politik yang sudah saya komunikasikan, sejauh ini PPP, Gerindra, Demokrat dan Nasdem,” ungkapnya.
“Landasan saya maju dalam Pilkada Muna, berangkat dari niat membangun, dimana saya melihat, pola pembangunan Muna yang kurang efektif,” terangnya.
Dalam membangun daerah Muna, menurutnya, kita harus buat seperti perusahaan, sehingga tiap tahun kita tidak berpikir untuk menghabiskan APBD, akan tetapi kita harus berpikir bagaimana APBD kita bertambah.
Jadi Daerah harus ada income pertahun, tidak berpikir habisin, habisin untuk proyek setiap tahunnya, bebernya.
Amal berpandangan, sekarang saya belum berpikir untuk mengalahkan petahana atau mengalahkan calon yang lain, saya lagi fokus menaikan elektabilatas. Nanti setelah naik elektabilitas, baru kita berpikir lagi bagaimana tahapan selenjutnya.
Dia juga Saat ini lagi fokus konsolidasi, pemasangan baliho, kunjungan keluarga yang berada dikampung kampung, dan daerah daerah, sevab sayakan besar dijakarta, jadi perlu banyak konsolidasi dan kunjungan kedesa desa.
Dia menuturkan, pola pembangunan kita di Muna ada masalah, dimana APBD kita kebanyakan habis untuk belanja pegawai diatas dari 50 persen, satu satunya jalan untuk membangun Muna, harus mengundang investor.
“Untuk mendatangkan investor, kita butuh dua hal, pertaman butuh keamanan investasi dan kedua kenyamanan investasi. Jadi ketika saya, bisa dikasih kesempatan untuk menjadi Bupati Muna kedepan, saya bakal mendatangkan invertor dengan menyediakan dua syarat kebutuhannya,” jelas Amal yang berprofesi kerja sebagai Manajer disalah satu perusahaan swasta di Jakarta.
Bila ada penawaran menjadi 02, saya juga belum mau menolak, tapi saat ini lagi fokus untuk menjadi calon orang nomor satu di Muna supaya bisa berbuat banyak untuk demi kemajuan daerah, tutupnya.
Laporan : La Ode Alim

