Palu,Portalsulawesi.Id– Proyek pekerjaan pedestrian (trotoar) jalan Tombolotutu, kelurahan Talise, kecamatan Mantikulore, kota Palu yang dianggarkan tahun anggaran 2022 silam telah selesai dikerja pada bulan Februari 2023 silam, proyek yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Palu ini menelan anggaran Rp.14.438.110.000,-.
Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. Twin Mandiri Perkas dengan tenggat waktu pelaksanaan selama lima bulan masa kontrak, terhitung sejak dari bulan Agustus-Desember tahun 2022 dan diselesaikan pada awal bulan Februari 2023 silam.
Pada proyek tersebut, pemenang tender mengerjakan beberapa item pekerjaan diantaranya memasang casting, pasang Wire mesh, Grill Trotoar , pemasangan manhole untuk memudahkan bersihkan saluran serta pemasangan tehel (Guiding blok) untuk pejalan disabilitas.
Jalur pedestrian dalam pengertiannya adalah ruas pejalan kaki, baik yang terintegrasi maupun terpisah dengan jalan, yang diperuntukkan untuk prasarana dan sarana pejalan kaki serta menghubungkan pusat-pusat kegiatan dan/atau fasilitas pergantian moda.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 3 Tahun 2014 mengenai pedoman perencanaan, penyediaan, dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki di kawasan perkotaan, karakteristik jalur pejalan kaki atau pedestrian yang menjadi bahan pertimbangan dalam membangun kawasan perkotaan meliputi karakteristik fisik, perilaku, psikis serta Karakteristik lingkungan.
Sayangnya, setelah lima bulan pekerjaan tersebut dinyatakan selesai, kerusakan mulai terlihat disana sini. Casting yang dibangun mulai terlihat tidak simetris dan rusak bahkan tercabut dari dudukannya , sebagian ubin Guiding blok digunakan sebagai jalur pemandu untuk penyandang disabilitas khususnya tunanetra mulai patah patah. Guiding blok letaknya berada di sepanjang jalur pedestrian tepatnya di bahu trotoar sepanjang jalan tombolotutu juga mulai pecah dan terlepas dari dudukannya.

Begitu pula bahu jalan, dibeberapa titik mengalami penurunan badan jalan. Bahkan di persimpangan Ujung jalan Setia budi dengan jalan Tombolotutu tampak badan jalan telah jebol dan membahayakan pengguna jalan.
Jebolnya badan jalan diperkirakan karena material tanah yang dipadatkan tidak maksimal, Proses pemadatan tanah (sub grade) yang dilakukan kontraktor terkesan sekedar mengejar target penyelesaian waktu pelaksanaan sesuai kontrak.
Patut diduga material yang dipakai melapisi tanah yang telah dipadatkan ( Proses Pelapisan Bawah/Subbase course ) serta pekerjaan Proses pondasi atas kala itu tidak sesuai spesifikasi yang disyaratkan dalam kontrak.
“ Proses tahapan pengaspalan jalan yang sangat krusial sebagai lapisan resapan air, memperkuat aspal jalan, dan mengurangi lapisan di atasnya, kesalahan Proses perkerasan jalan sangat berpengaruh terhadap kekuatan daya dukung jalan karena lapisan tersebut dirancang untuk memberikan daya dukung jalan penuh. Pondasi permukaan jalan juga berfungsi sebagai bantalan permukaan jalan aspal ,akibatnya seperti yang terlihat sekarang kualitas jalannya “
“ ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dimediakan.
Demikian pula keberadaan Drill Trotoar yang dipasang sepanjang jalan Tombolotutu tampak mubasir, keberadaan drill trotoar yang diharapkan dapat menjadi penyaring sampah dan material sendimentasi yang dibawa air saat hujan sekarang justru ditumbuhi rumput.

Pipa saluran drainase yang terhubung dari drill trotoar justru tidak lagi mengalirkan air dari bahu jalan karena telah mampet, akibatnya disaat hujan turun maka dipastikan badan jalan Tombolotutu menjadi kolam.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Ir. Singgih Prasetya mengatakan bahwa proyek tersebut masih dalam tahapan Serah Terima Sementara Pekerjaan alias PHO (Provisional Hand Over), sehingga pihak pelaksana masih mempunyai tanggung jawab untuk melakukan perbaikan.
“ Pemeliharaannya belum selesai , sebelum pensiun kemarin ibu ida ( Farida lenan, mantan Kabid jalan dan Jembatan PU Kota Palu) sudah membuat daftar yang harus diperbaiki sebelum FHO “ jelas pejabat senior di lingkup pemkot Palu tersebut.
Masih menurut Singgih, pihakknya akan mengundang rekanan yang akan PHO untuk membahas hal hal tehnis terkait pekerjaan mereka.
“saya akan cek lagi hari senin,sekalian mengundang beberapa rekanan yang mau PHO ,surat sudah kita layangkan ke mereka “ ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi media ini belum berhasil menghubungi pihak pelaksana. Nomor kontak kontraktor yang didapatkan media ini tidak bisa dihubungi , diduga pemiliki nomor telah mengganti nomor kontaknya sejak proyek tersebut dinyatakan selesai dikerjakan.****
Pewarta : Moh.Yusuf
Editor : Heru

