Mamuju,portalsulawesi.id- Intensitas Hujan Yang tinggi sejak Pukul 01.00 Kamis Dini hari (22/3) menyebabkan Debit air di Sungai Karema Kota Mamuju Propinsi Sulawesi barat meluap,Ratusan Rumah dan perkantoran serta sarana umum Lainnya terendam ,Banjir Bandang kali ini merupakan yang Terburuk sejak Kurun waktu 20 Tahun terakhir , Akibatnya ratusan warga mengungsi dan mengevakuasi barang atau benda berharga ke tempat yang aman.
Banjir kali ini dipicu meluapnya sungai Karema akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Mamuju. Ditambah lagi banjir kali ini bersamaan dengan pasangnya air laut, sehingga sungai Karema tidak mampu menampung debit air dan banjir masuk ke kota Mamuju.
Sementara itu, Bupati Mamuju Habsi Wahid meninjau langsung lokasi banjir terparah di Karema Selatan. Habsi wahid mendengarkan langsung keluhan warganya yang mengungsi karena banjir.
“Setelah melihat kondisi ini, kami dari Pemkab Mamuju akan mengevaluasi kejadian ini. Saluran drainase yang sempit akan kami perlebar. Kami sengaja turunkan Dinas PU dan BPBD Mamuju untuk melihat kondisi ini,” tutur Bupati.
Dinas PU, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan Kabupaten mamuju, diturunkan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Banjir juga menyebabkan Jalan Jenderal Sudirman, lumpuh total.
Bupati Mamuju H Habsi Wahid terus melakukan Pemantauan di beberapa titik banjir terparah di Kelurahan Karema, Binanga, Rimuku dan Kelurahan Simboro.
Untuk mengantisipasi dampak bencana banjir itu, Bupati langsung memerintahkan seluruh OPD terkait untuk bertindak cepat. Dalam rapat mendadak yang dilaksanakan di ruang kerjanya tadi pagi, Bupati meminta seluruh perangkatnya melakukan tindakan nyata.
Sementara Dinas Sosial diminta segera membuat dapur umum dan camp untuk melayani warga yang tertimpa bencana. Selain itu, Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup diminta segera melakukan pembersihan untuk mengalirkan air ke sungai ke laut.
Selain OPD, Bupati Mamuju juga meminta para lurah dan camat terus memantau wilayah dan warganya untuk menginventarisasi korban banjir. Dinas kesehatan dan Rumah Sakit Umum diminta memberikan layanan kedaruratan kepada warga yang membutuhkan.***
Sumber :Jhoni MNC

