Sigi,portalsulawesi.id – Hampir sebagian besar kaum ibu korban bencana gempa bumi dan likuifaksi di daerah Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, merasakan trauma yang sangat luar biasa. Sehingga mereka harus diberikan terapi mental agar mereka bisa bangkit dan melawan rasa ketakutannya itu.
Untuk membantu para ibu-ibu ini, tim relawan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa (23/10/2018), mengumpulkan kaum ibu rumah tangga yang saat ini masih tinggal di tenda darurat, tenda pengungsian yang disediakan di seputaran lokasi Pasar Sibalaya Utara.
Maya Malania Noor, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah mengakui pihaknya telah menurunkan pendampingan dari DP3A Sulteng untuk mendapingi sejumlah tim relawan dibeberapa lokasi bencana.
“Selaku tuan rumah, kami senantiasa sangat siap memberikan pendampingan kepada para tim relawan yang bersedia turun ke lokasi bencana bahkan kamipun bantu memfasilitasi kendaraan untuk memudahkan kerja mereka dilapangan agar dapat menjangkau titik-titik atau lokasi yang sulit dilalui kendaraan biasa, ” kata Maya.
Khusus di Sibalaya Selatan, tim relawan trauma healing sudah mengadakan pertemuan dengan ibu-ibu korban bencana. “Sambil bercanda ibu-ibu ini diajak untuk berbagi kisah, berbagi pengalaman terhadap apa yang mereka alami pada saat bencana kemarin. Mereka diminta harus berani untuk berkisah karena dengan begitu mereka tentunya sudah meluapkan seluruh keluh kesahnya, sehingga diharapkan tidak menjadi momok bagi diri mereka sendiri,” ucap Maya.
Tentunya dengan begini, kita dapat membangkitkan kembali kepercayaan diri mereka, kata Maya yang terlihat turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Sibalaya Selatan.***
Laporan : Nilawaty

