Bahodopi,Portalsulawesi.Id- Kecelakaan kerja diduga kembali terjadi dikawasan PT Industri Morowali Indonesia Park (IMIP), tiga pekerja operator alat berat dikabarkan tenggelam dalam tumpukan lumpur sisa pembuangan olahan ore atau umumnya disebut Sleg , Sabtu dini hari ( 22/03/2025) sekira pukul 00.38 WITA.
Informasi yang dihimpun media ini dilapangan, ketiga operator alat berat jenis Eksavator tersebut tengah bekerja di Lokasi IMIP 8, sebuah lokasi pembuangan sisa material olahan ( Sleg). Mereka dikabarkan terperosok dalam lautan Sleg, ketiganya sampai saat ini belum ditemukan.
Dalam sebuah Video pendek yang diterima redaksi media ini, sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi para korban dari tumpukan material sisa olahan ore atau sering disebut Sleg. Lokasi pencarian yang labil dan kurangnya pencahayaan dilokasi kerja diduga menjadi salah satu faktor lambannya proses evakuasi, tampak pekerja hanya mengandalkan cahaya lampu dari alat berat yang dikendarai operator dibantu lampu sorot  yang terbatas.
Head of Media Relations Department PT IMIP, Dedy Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Lewat keterangan resminya ,Humas PT IMIP ini menjelaskan bahwa terjadinya insiden kecelakaan kerja tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi yang menyebabkan longsor.
” Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan longsor di di dalam kawasan PT IMIP pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 00.10 wita dini hari tadi. Atas kejadian tersebut, tiga karyawan kontraktor dinyatakan hilang ” tulis Dedi Kurniawan kepada media ini ,Minggu (23/03/2025).
Masih menurut Dedi, para korban adalah karyawan perusahaan kontraktor lokal PT Morowali Investasi Konstruksi Indonesia (MIKI).
“Sebelum terjadi longsor, hujan selama kurang lebih empat jam mengguyur sebagian besar kawasan IMIP khususnya di wilayah selatan dan sekitarnya. Untuk sementara kami menduga hal ini penyebab terjadinya longsor tersebut. Laporan yang kami terima ada empat karyawan kontraktor tertimpa material longsoran. Dari empat korban, satu diantaranya dinyatakan selamat. namun tiga orang diantaranya belum ditemukan dan masih dilakukan upaya pencarian,” kata Dedi.
Tim gabungan Safety IMIP, tenant dan dibantu beberapa unit kerja yang terlibat dalam proses rescue, kata Dedy, masih terus melakukan upaya pencarian terhadap ketiga korban karyawan kontraktor tersebut. Puluhan alat berat juga dikerahkan untuk membantu percepatan evakuasi korban.
“Adapun identitas korban yang dinyatakan hilang antara lain Demianus asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Akbar asal Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat dan Irfan Tandi Tasik asal Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan.”Ujarnya.

Dari data berhasil dihimpun media ini ditempat kejadian perkara tewasnya tiga operator dikawasan PT IMIP, tiga karyawan yang tertimbun longsoran bekerja pada sift malam.
Tiga karyawan yang bekerja selaku Operator alat berat jenis Excavator dilaporkan tertimbun tanah longsoran dilokasi mereka bekerja, TKP longsoran adalah area pembuangan limbah PT QMB New Energi Materials ,Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi kabupaten Morowali Sulawesi Tengah
Tiga korban yang tertimbun adalah Operator dari Kontraktor PT MIKI, dua diantara korban tewas berasal dari Kabupaten Luwu propinsi Sulawesi Selatan ,satunya adalah warga Kabupaten Poso asal desa Kalemago ,Napu,Sulteng
Berikut nama nama korban yang berhasil dikumpulkan media ini,
- Irfan Tandi (24), Asal Kelurahan Temmalebba , Kecamatan Wara Kota Palopo Propinsi Sulsel.
-
Moh.Akbar (22), Asal desa Sangtandung,Kecamatan Walendrang ,Kabupaten Luwu propinsi Sulsel
-
Demianus (24) Desa Kalemago Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso,Sulteng.
Pewarta : Firmansyah /Ded/Obet**E
Editor.     : Heru













