Donggala,Portalsulawesi.id- Pemerintah Kabupaten Donggala mempercepat penguatan ekonomi pesisir melalui sektor kelautan dan perikanan dengan menghadirkan Koperasi Nelayan Merah Putih yang terintegrasi dalam program Kampung Nelayan Merah Putih. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk mendorong kemandirian nelayan sekaligus memperluas basis pertumbuhan ekonomi berbasis pesisir.(25/04/2026).
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memperluas kontribusi sektor kelautan terhadap ekonomi nasional. Melalui Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, pemerintah daerah mulai menginisiasi pembangunan koperasi sebagai pusat layanan ekonomi nelayan yang terintegrasi dengan pengembangan kampung nelayan di sejumlah titik.
Koperasi Nelayan Merah Putih dirancang sebagai simpul usaha yang mencakup penyediaan sarana produksi, digitalisasi distribusi hasil tangkapan, hingga pendampingan manajerial bagi nelayan. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ke luar daerah.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah memproses pembebasan lahan seluas 4.000 meter persegi sebagai lokasi pembangunan fasilitas utama. Di atas lahan tersebut akan dibangun sejumlah infrastruktur penunjang, seperti gedung koperasi, dermaga, cold storage, serta pabrik es guna menopang rantai pasok dan menjaga kualitas hasil tangkapan.
Secara nasional, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2027. Untuk tahap awal, Kabupaten Donggala memperoleh alokasi di tiga wilayah, yakni Kelurahan Ganti, Kelurahan Boneoge, dan Desa Batusuya.
Melalui integrasi program ini, pemerintah daerah optimistis dapat mengurangi ketergantungan nelayan terhadap tengkulak, memperkuat akses permodalan, serta membangun ekosistem ekonomi pesisir yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan.(***)
Pewarta:Basrudin












