Donggala,Portalsulawesi.id–Pemerintah Kabupaten Donggala mempertegas komitmennya menjaga ketahanan pangan melalui gerakan panen raya padi sawah di Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Donggala Vera Elena Laruni ini menjadi penanda konsistensi pemerintah daerah dalam menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas, di tengah tekanan fiskal akibat penyesuaian transfer ke daerah.
Panen raya tersebut juga menjadi bagian dari strategi mendukung target swasembada pangan 2026.
Pemerintah daerah, kata Vera, tetap mengarahkan kebijakan anggaran pada sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan, termasuk penanganan dampak bencana yang masih berlanjut sejak 2025. “Langkah ini diambil agar setiap rupiah anggaran benar-benar kembali kepada rakyat,” ujarnya.
Kecamatan Sojol disebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan di Donggala. Di Desa Siboang, luas sawah mencapai 753,8 hektare dengan produktivitas berkisar empat hingga lima ton per hektare. Secara keseluruhan, luas sawah di Sojol mencapai 2.633,49 hektare dengan kapasitas produksi sekitar 13.167 ton per tahun. Pada April 2026, sekitar 1.467 hektare lahan memasuki masa panen dengan estimasi produksi mencapai 2.445 ton beras.
Namun, sektor pertanian Donggala masih dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural. Data Survei Ekonomi Pertanian 2024 mencatat penyusutan lahan pertanian hingga 14,65 persen. Selain itu, lebih dari separuh petani masih terkendala akses sarana produksi, terutama distribusi pupuk bersubsidi yang belum merata.
Menyikapi hal itu, pemerintah daerah mendorong perlindungan lahan produktif, pembenahan distribusi sarana produksi, serta penguatan hilirisasi di tingkat desa untuk meningkatkan nilai tambah.
Sebagai langkah konkret, pemerintah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa tiga unit traktor bajak kepada kelompok tani di Desa Siboang. Pemerintah berharap intervensi tersebut mampu memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami ingin nilai tambah tetap tinggal di Donggala. Petani tidak hanya bertahan, tetapi juga sejahtera,” kata Vera.(***)
Pewarta: Basrudin
