Donggala,Portalsulawesi.id- Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan terus mengakselerasi implementasi lima program prioritas ekonomi biru sebagai bagian dari agenda nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini juga terintegrasi dengan visi-misi Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dalam mendorong swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan dan perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Asagaf, merinci bahwa program pertama adalah penambahan luas kawasan konservasi laut. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah melakukan identifikasi dan penetapan sejumlah wilayah potensial sebagai kawasan konservasi baru, sekaligus memperkuat perlindungan ekosistem pesisir yang sudah ada. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan.
Program kedua adalah penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Menurut Ali, skema ini mulai diterapkan secara bertahap dengan pendekatan pendataan nelayan dan penguatan pengawasan di lapangan. Tujuannya untuk memastikan aktivitas penangkapan tetap produktif tanpa merusak stok ikan, sekaligus memberi kepastian usaha bagi nelayan.
Selanjutnya, program ketiga berupa pembangunan budidaya laut, pesisir, dan darat yang berkelanjutan. Dinas Perikanan telah menyiapkan lahan budidaya, termasuk pengembangan tambak dan komoditas unggulan, yang kini masuk tahap desain dan penguatan infrastruktur. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Program keempat adalah pengelolaan dan pengawasan kawasan pesisir serta pulau-pulau kecil. Pemerintah daerah telah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengawasan, termasuk penertiban aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan pesisir. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Adapun program kelima adalah pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipatif nelayan dalam program Bulan Cinta Laut. Kegiatan ini telah berjalan dengan melibatkan komunitas nelayan dalam pengumpulan sampah laut, yang kemudian dikelola lebih lanjut sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran.
Ali Asagaf menegaskan, dari keseluruhan program tersebut, realisasi di lapangan telah mencapai sekitar 70 persen. “Capaian ini menunjukkan progres yang cukup signifikan, meskipun masih terus kami kembangkan agar lebih optimal,” ujarnya kepada wartawan, Rabu,(06/05/2026).
Ia menambahkan, keberlanjutan program ekonomi biru membutuhkan pengawalan bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat. “Kami berharap agenda ini terus dikawal karena dampaknya sangat besar, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Donggala,” kata Ali.(***)
Pewarta:Basrudin











