Palu, Portalsulawesi.Id- Ratusan Kilometer jalan yang menjadi tanggungjawab Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Propinsi Sulawesi Tengah hingga memasuki akhir tahun 2021 masih dalam kondisi memprihatinkan, hal ini sangat berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat disekitar ruas jalan tersebut.
Setidaknya ada beberapa ruas jalan yang mendapat catatan khusus ditahun 2021 , diantaranya adalah Ruas Jalan Tonusu-Pendolo , Ruas Jalan menuju ke Dataran Bulan serta Ruas jalan Mepanga-Pasir Putih –Basidondo. Di ruas Tonusu-Pendolo contohnya, pekerjaan tambal sulam di ruas tersebut masih meninggalkan lubang jalan yang mengangga, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pengguna jalan saat melintas.
Bahkan ,di tanjakan Pada Marari, adalah sebuah kawasan wisata yang terletak di desa Taipa, Pamona Barat, Kabupaten Poso ,kondisi aspalnya telah terkelupas dan menyisakan bebatuan lepas. Tidak sedikit pengguna jalan mengalami musibah terpeleset bahkan jatuh akibat kondisi jalan yang rusak berat.
tahun 2021 ini,ruas jalan Tonusu-Pendolo ini nyaris tidak ada anggaran yang digelontorkan,sementara Kondisi jalan makin hancur dan rusak parah.
Demikian pula dengan ruas jalan propinsi dari Balingara-Kecamatan Nuhon menuju Longe- Dataran Bulan, kondisi jalan yang rusak menyambut pengguna jalan saat melintas , kondisinya diperparah dengan rusaknya Jembatan Popangga yang merupakan akses satu satunya menghubungkan Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai dengan Dataran Bulan Kecamatan Ampana tete Kabupaten Touna.
Sementara itu, diruas Mepanga (Parimo) –Pasir Putih _Basidondo (Tolitoli), kondisi jalan yang tahun 2019.2020 pernah mendapatkan kucuran anggaran Milyaran Rupiah untuk proyek peningkatannya mulai tergerus air , banyak ditemukan bekas air hujan membentuk lubang menganga disepanjang badan jalan sehingga menjadi ancaman serius pengguna jalan.
Ruas penghubung dari dan menuju Kabupaten Tolitoli ini didominasi dengan Kelokan dan tanjakan serta turunan jalan yang ekstrim , kondisi jalan ditengah hutan lindung tersebut semakin berbahaya dikarenakan minimnya rambu rambu penanda jalan serta penerangan jalan.
Hal yang sama juga terjadi diruas Watumaeta- Sanginora, kondisi jalan yang labil membuat pengguna jalan harus Extra hati-hati saat melintas. Walau hampir setiap tahun ada anggaran yang diturunkan untuk ruas ini,tetapi tetap saja dibeberapa titik terjadi longsor dan penurunan badan jalan.
Jovan (45),salah seorang pengguna jalan asal desa Meko kepada Redaksi Portalsulawesi mengeluhkan kondisi jalan diwilayahnya ,khususnya ruas Tonusu-Pendolo tersebut. Pasalnya ,dirinya sebagai seorang pedagang yang kesehariannya mengais rejeki dengan berjualan campuran di desa desa dipesisir danau Poso harus rela mengeluarkan ongkos lebih untuk perbaikan kendaraan akibat rusaknya akses jalan.
“ sudah dua kali motorku jatuh di padamarari, kondisi aspal yang rusak dan berpasir membuat kita harus lebih waspada,apalagi saat hujan, ode..siksa kita kasian “ keluh Jovan dengan dealek Pamonanya.
Hal yang sama juga dikeluhkan Marlin(36), pedagang Sayur asal Desa Banyusari Kecamatan lore Utara Kabupaten Poso, menurutnya kondisi jalan yang sering terjadi longsor diruas Jalan Watumaeta-Sanginora membuat dirinya bersama rekan-rekanya sesama pedagang sayur kadang harus menanggung rugi, terkadang akibat terjebak longsor ,banyak sayuran yang akan dijual keluar Napu harus rusak dan dibuang .
“ruas jalan menuju poso lewat Sanginora itu mohon diperhatikan, memang ada dikerjakan pengaspalan di beberapa titik,Cuma di sekitar Hae dan dekat Sanginora kadang tiba-tiba longsor ,kasian dagangan kami harus rusak dan dibuang ,kami rugi pastinya “ keluhnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Propinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan ,Asbudianto mengakui bahwa tahun 2021 pihaknya mencatat beberapa ruas yang dianggap kritis. Untuk mengantisipasi kondisi yang sifatnya emergency maka pihaknya selalu menyiagakan peralatan dan personil diruas –ruas tersebut.
“Ada tiga ruas yang kami anggap paling rawan dan kritis,ruas tersebut adalah Ruas Mepanga-Pasir Putih –Basidondo dan Ruas Watumaeta-Sanginora serta Tayawa-Kolonedale ,khusus di wilayah Mepanga-Pasir putih , kondisi alam dan penggundulan hutan menjadi salah satu faktor meluapnya air kebadan jalan kala hujan,akibatnya terjadi gerusan di badan aspal dan bahu jalan “ Kata Asbudianto.
Terkhusus ruas Watumaeta-Sanginora ,Pihak DPUBMPR Sulteng menyiagakan alat berat yang dapat dipergunakan jika terjadi longsoran .
” Diruas Watumaeta-Sanginora kami siapkan Alat berat yang stay untuk mengantisipasi jika ada longsoran atau kendala diruas tersebut ,itu diluar perencanaan loh “ Jelas Asbudianto kepada Redaksi Portalsulawesi.
Masih menurut Asbudianto,untuk ruas Jalan Balingara-Longe,Dataran Bulan jaya ,pihaknya telah melakukan perbaikan Jembatan Ponpanga dengan membangun kembali Jembatan Bailley, Berfungsinya jembatan Popanga nantinya, akan melancarkan arus transportasi di ruas Balingara – Longge secara funsional maksimal, sehingga masyarakat tidak akan lagi menggunakan Rakit seperti sebelumnya.
“untuk Jembatan Popanga, kami telah merampungkan pergantian jembatan darurat dengan meminjam jembatan Bailley dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, saat ini tinggal pemasangan papan jembatan dan finishing “ kata Asbudianto .
“diperlukan dana sekitar 1 milyar untuk membangun kembali jembatan yang ambruk tersebut, kami kerjakan Swakelola itu jembatan “ tambahnya.
Selaku Kepala Bidang yang membawahi langsung tanggungjawab Jalan dan Jembatan di Propinsi Sulawesi Tengah, Ir.Asbudianto ST.MT mengakui bahwa minimnya Kucuran Anggaran pada tahun 2021 di bidangnya menjadi salah satu faktor lambannya penanganan Jalan propinsi. Panjang jalan yang menjadi tanggung jawab Propinsi tidak sebanding dengan kucuran Anggaran yang digelontorkan untuk membiayai pemeliharaan dan peningkatannya.
“ dengan ruas jalan sekitar 1649 Km di 13 Kabupaten ,kita hanya mendapatkan kucuran dana kisaran Rp.60 Milyar tahun ini , itu kita bagi dan kita maksimalkan serapannya ,Alhamdulillah serapannya mencapai 98 persen “ urai Asbudianto.
“Anggaran kita tahun ini minim “ tambahnya.
Dalam catatan redaksi, sejumlah proyek dikerjakan dari Pos APBD Tahun 2021 diantaranya pada Tahun 2021,Ruas jalan Tayawa-Ganda-Ganda yakni Ruas Sumara Jaya-Kolonedale dilakukan Rehabilitasi dan pemeliharaan berkala , sementara di ruas Watumaeta-Sanginora juga dikucurkan anggaran peningkatan jalan dengan anggaran Rp. 13.637.881.268,00 yang dikerjakan Oleh PT Karya Baru Makmur .
Poros Tamainusi-Towi-Kolonedale tahun 2021 dikerjakan sepanjang 29 Kilometer Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan + Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan (Khusus Provinsi) Ruas Jalan TOWI – KOLONODALE (DAK)/ PT. Radjata Membangun Negeri/Rp. 32.247.375.000,00
Ada juga Proyek Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi jalan Ruas Malino Jaya Dengan Nilai Rp.16.065.901.040 ,sumber APBD (DAK) Tahun 2021,pelaksana PT Labua Hutama Karsa.
Rekonstruksi /Peningkatan Ruas Jalan SP.Buatan-Bilo Tolitoli, dengan Nilai Rp. 14.763.213.750,00 dari APBD (DAK) ,dikerjakan PT Surya Lima Perkasa (Tolitoli).
Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Barati- Tomata (Batas Poso) ,Sumber APBD ,Pelaksana PT Sumber Inti Jaya ,Poso ,Anggaran Rp. 8.400.000.000,00
Rekonstruksi Jalan Ruas Sumara Jaya – Tandoyondo, Sumber Anggaran APBD ,dikerjakan PT. Radjata Membangun Negeri, dengan Anggaran Rp.7.500.000.500
Rekonstruksi Ruas Jalan Pangkalaseang – Balantak, APBD dengan Pagu Rp.7.500.000.000,- dikerjakan PT Elim Jaya Pratama.Luwuk
Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Tonusu – Gintu,Pagu Rp. Rp. 5.641.172.665,00,dikerjakan oleh PT Ayu Mustika Ryski.
Rekonstruksi Jalan Ruas Kaluku Bula – Kalawara ,sumber Dana APBD, dari Hibah Dana DKI sebesar Rp. 2.950.797.000,00 ,dengan Pelaksana PT.Kirambu Pratama Group.
Sementara itu,sejumlah Pekerjaan Swakelola juga dilaksanakan Oleh DPUBMPR Sulteng diantaranya Pemeliharaan Jalan Ruas Dalam Kota Palu dengan Anggaran Rp.4.254.528.615.00, Penanggulangan Bencana Alam Ruas Jalan Provinsi, Anggaran Rp. 2.421.951.000,00, juga Pemeliharaan Jalan Ruas Salakan-Sambiut, Anggaran Rp.977.848.824,00,
Pemeliharaan jalan ruas Saiyong – Seasa, Anggaran Rp. 1.610.955.760,00, dan Pembangunan Jalan Baru Ruas Tambayoli Taronggo,Anggaran Rp. 2.255.381.250,00, juga masuk dalam pekerjaan Swakelola yang ditangani langsung oleh Bidang Jalan Dan Jembatan.
Untuk Penggantian Jembatan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Propinsi Sulawesi Tengah ditahun 2021 menggelontorkan anggran dari Pos APBD senilai Rp. 10.673.500.000,00,- untuk pekerjaan Penggantian Jembatan Wanamukti II di Desa Lambunu Kecamatan Bolano Kabupaten Parimo.
Untuk Proyek penggantian jembatan ini direncanakan dikerjakan tahun 2022 mendatang,tetapi proses lelangnya telah selesai tahun 2021 ini.***
Pewarta : Heru













