Palu,Portalsulawesi.Id –Upaya pemerintah memperkecil potensi penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang di sulap menjadi BBM Industri telah dilaksanakan dengan beberapa metode pengawasan, mulai mengawasi distribusi armada angkut BBM Subsidi ,pengawasan penyaluran di SPBU hingga menginventarisir Transportir BBM Industri yang menjadi Mitra Pertamina.
Pada tahun 2024 silam,tepatnya pada Kamis ( 28/08), PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meluncurkan QR Code untuk mobil tangki Agen BBM industri di kantor Pertamina Integrated Terminal Donggala.
Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dan pemangku kepentingan mengenali mobil tangki agen BBM industri resmi Pertamina dengan mobil tangki pengangkut BBM yang bukan afiliasi Pertamina dengan mengidentifikasi data mobil tangki yang diperoleh dari kode unik (QR Code) yang tertera di badan mobil tangki sehingga dengan adanya inovasi ini konsumen lebih mudah mengenalinya.
“Stakeholders kami sering kali bertanya mengenai apakah mobil tangki yang umumnya berwarna putih biru merupakan transportir resmi Pertamina, dengan hadirnya QR Code ini harapannya dapat memudahkan pengenalan mobil tangki agen BBM industri yang mengangkut BBM industri Pertamina atau bukan,” tutur Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Ferry Pasalini kala itu.
QR Code yang diletakan di bagian belakang badan mobil tangki dan pintu samping pengendara mobil tangki ini sebagai identitas atau jaminan mutu bahwa BBM yang diangkut adalah BBM industri tersebut resmi dibeli dari depot Pertamina ataupun agen BBM industri yang terafiliasi dengan Pertamina.
Untuk mengecek mobil tangki sangat mudah yaitu dengan scan QR nya, para pemangku kepentingan dapat mengunduh aplikasi pemindai QR di playstore android ataupun appstore ios, kemudian melakukan scan QR. Pemindai QR Code perlu memasukan nama dan nomor whatsapp yang keluar setelah pemindaian dilakukan yang mana gunanya adalah untuk mendapatkan kata sandi satu kali pakai atau one time password (OTP) yang dikirim oleh sistem.
Setelah dilakukan pemindaian maka akan mendapatkan informasi yang dikirim ke nomor whatsapp tadi seperti nama agen, status, penanggung jawab, alamat agen, masa berlaku pengangkutan BBM industri, nomor polisi, dan identitas kendaraan lainnya.

Tetapi, sejak memasuki tahun 2025 , sejumlah armada angkut BBM Industri yang beroperasi dibeberapa kota industri di Sulawesi Tengah tampak tidak dibekali QR Code seperti yang diterapkan PT Pertamina. Mungkin saja mereka adalah pengusaha BBM Industri yang tidak berafiliasi dengan Pertamina, tetapi hal ini mematik spekulasi masyarakat terkait dugaan praktek oplosan BBM Bersubsidi yang disulap menjadi BBM Industri.
Dari pantauan media ini, sejumlah perusahaan Galian C diwilayah Kota Palu dan Donggala kerap mendapatkan suplay BBM Industri dari perusahaan pengelola BBM dengan mempergunakan armada angkut tanpa QR Code. Bahkan nama perusahaan Transportir yang tertera di kendaraan angkut kerap berubah ubah pada mobil yang sama, hal ini mengindikasikan bahwa praktek oplosan BBM bersubsidi menjadi BBM Industri benar adanya.
Praktek Oplos BBM Bersubsidi menjadi BBM Industri menjadi pembahasan lazim dikalangan pengepul BBM jenis Solar,bahkan ada indikasi BBM jenis Solar Subsidi yang di oplos menjadi BBM Industri berasal dari instansi tertentu yang memiliki jatah Solar untuk operasionalnya.
Dugaan BBM Industri hasil oplosan BBM bersubsidi kerap di distribusikan ke industri dengan harga yang dibawah standar pemerintah ,uniknya para mafia BBM Industri yang diduga hasil oplosan ini juga memiliki dokumen berupa faktur resmi untuk distribusi. Hanya saja mereka tidak dapat menunjukan pembayaran pajak PPN/PPH yang seharusnya disetor ke negara.
Modus yang sama juga terjadi di beberapa kota industri diwilayah Sulawesi Tengah diantaranya di Kabupaten Banggai,Poso,Ampana ,Morowali,Morowali Utara dan Tolitoli , BBM Industri tanpa QR Code mulus masuk melintasi perbatasan propinsi seperti pos lintas di Desa Mayoa Kabupaten Poso dan Pos Lintas didesa Buleleng Kabupaten Morowali.
Harga BBM jenis Solar industri yang dipasok oleh mobil Industri tanpa QR Code yang kerap disebut mobil Ninja ini juga bervariatif, berkisar diharga Rp.14.500 /liter hingga 17.300 perliternya.
Sarmin, Warga Mayoa yang tinggal diperbatasan Sulteng- Sulsel mengakui bahwa intensitas lalulalang mobil tangki industri yang memuat BBM jenis solar meningkat diwaktu sore hingga malam hari jelang subuh. Hal serupa menjadi rutin terjadi dibeberapa wilayah lintas perbatasan propinsi Sulteng ,termasuk jalur alternatif di wilayah Seba -Seba yang berbatasan antara kabupaten Morowali dengan Kabupaten Luwu Timur.
Diwilayah Kabupaten Donggala, areal lintasan BBM jenis Solar Industri yang diduga kuat hasil oplosan dari BBM Subsidi masuk lewat jalur Surumana – Batas Sulbar. Modus yang kerap dilakukan dengan mengisi tangki CPO dengan solar. Praktek ini sulit dibongkar karena dalam melaksanakan transaksinya ,kelompok ini memiliki jaringan informasi yang saling berhubungan sehingga sulit terendus apalagi tertangkap tangan.
Salah satu sumber terpercaya mengatakan bahwa ada sirkulasi BBM Industri yang berasal dari hasil pengalihan BBM peruntukan bagi instansi atau lembaga negara yang disalahgunakan dan dijual kembali ke penadah BBM.
” Praktek jual beli BBM Industri dari jatah instansi tertentu sudah lazim,cuma mereka punya jaringan yang akan bertindak anarkis jika masalah ini mencuat ke publik,bahaya saya yang memberi informasi dan komiu yang menulis berita ” ungkap sumber penuh kekhawatiran.
Sementara untuk transaksi BBM Industri untuk kebutuhan Kapal Tugboat, kerap terlihat armada angkut BBM Industri tanpa QR Code mengisi tangki kapal. Mereka hanya bermodalkan ijin Bungker yang dikeluarkan oleh KSOP setempat tanpa jelas perusahaan dan sumber BBMnya.
Diduga ,praktek jualan solar oplosan dari subsidi menjadi BBM Industri tumbuh subur dan tidak tersentuh hukum dikarenakan keterlibatan oknum aparat tertentu dalam melaksanakan operasionalnya. Sudah menjadi rahasia umum jika pemain BBM Industri hasil oplosan baik dari BBM Subsidi hingga BBM instansi ada sejumlah aparat dengan latar belakang satuan berbeda yang ikut main minyak.
Kepolisian sebagai garda terdepan penegakan hukum dibidang migas tampaknya tidak bisa berbuat banyak, entah karena personilnya terbatas, informasinya kurang update , segan karena potensi gesekan antar satuan ataukah ada oknum yang turut bermain minyak sehingga praktek culas yang merugikan negara ini kembali marak.***
Pewarta : TIM Serikat Pewarta Progresif
Editor. : Heru












