Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Depot Bahan Bakar Minyak (BBM) Tampo Kabupaten Muna dan SR (Pengawas Penyaluran BBM ke SPBU) Kendari angkat bicara tentang solar subsidi di SPBU Kelurahan Wamponiki Kabupaten Muna sudah sebulan lebih tidak melayani, akibat tidak ada stok atau dihilangkan alias “Raib”.
Muhsin OH (Operesen head) atau kepala Depot Pertamina Tampo mengatakan, depot Pertamina sebagai perusahaan BUMN yang bertugas menimbun secara resmi BBM yang masuk di Muna, kita menyediakan kebutuhan BBM disetiap SPBU baik itu premium maupun solar subsidi dan non subsidi.
“Depot tampo menyediakan dan mendistribusikan ke SPBU, BBM jenis premium dan solar sesuai dari permintaan SPBU itu sendiri, tidak ada pengecualian, bahwa bila ambil solar non subsidi industri, tidak bisa mengambil solar subsidi lagi, itu tidak benar dan bisa diambil keduanya untuk SPBU,” kata Muhsin kepada Portalsulawsi.com diruang kerjanya, jumat (26 Oktober 2018).
Dia menambahkan, Bila permintaannya SPBU wamponiki solar subsidi pasti dikasih depot pertamina tampo, sebab stoknya ada solar subsidi.
Hanya saja, kata Muhsin, SPBU Pertamina Wamponiki sudah sebulan tidak meminta melalui LOnya kuota jatah solar subsidi, sehingga kita tidak berikan karena tidak diminta. Yang SPBU Wamponiki minta cuman solar industri non subsidi, yah itu yang kita berikan.
“Depot Pertamina tampo bukan lembaga pengawasan, lebaga ini hanya menyediakan dan menyalurkan sesuai permintaan dari SPBU yang ada di Muna, pengawasan SPBU itu kewenangan SR kendari,” ungkapnya.
Saat dilakukan konfirmasi SR Kendari (pengawas penyaluran BBM Wilayah Sultra) Raden Tri Wahyu Atmojo melalui sambungan telponnya menyatakan, walau sebulan lebih SPBU Wamponiki tidak melayani solar subsidi, itu tidak menyalahi aturan.
“Terserah SPBU mau jual solar subsidi atau tidak, kita juga melihat kebutuhan masyarakat, kan saat ini ada dua SPBU di raha, bila SPBU Wamponiki dihentikan penyaluran solar subsidi itu mendapat izin dari kita, kan masih bisa dilayani dengan SPBU Warangga yang menjual solar subsidi,” katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, jika hanya SPBU Wanponiki saja yang ada diraha, pasti kita tidak akan mengizinkan SPBU Wamponiki untuk menghentikan penyaluran solar subsidi.
Setiap SPBU tidak mesti menjual solar subsidi, di kendari banyak yang tidak menjual solar subsidi, tuturnya.
“SPBU Wamponiki menghentikan penyaluran solar subsidi karena rawan disalah gunakan, memperhitungkan keamanan usaha, dan sering ditanyakan pihak keamanan, dan itu mendapat persetujuan dari kami untuk menghentikan solar subsidi,” tegasnya.
Semua daerah kabupaten/ kota memiliki kuota dalam penyaluran BBM jenis premium dan solar, baik subsidi dan non subsidi dan SPBU wajib menyalurkannya, bebernya.
SPBU hanya menyalurkan kuota BBM sesuai yang diberikan BP migas kepada semua daerah kabupaten/kota, bila SPBU ada yang tidak menyalurkan BBM maka kuotanya akan dialihkan ke SPBU yang lain, tutupnya.
Reporter : La Ode Alim













