Palu,Portalsulawesi.Id – Proyek rekonstruksi jalan lingkar dalam Kota Palu II belum setahun dinyatakan selesai dikerjakan , proyek yang mengerjakan perbaikan jalan dan jembatan senilai Rp110 Milyar bersumber dari dana loan JICA ini dikerjakan oleh PT Pasokorang.
Proyek berdurasi 420 hari kerja yang dalam kontraknya selesai tertanggal 26 November 2023 silam sempat mengalami perpanjangan kontrak hingga 16 Januari 2024, proyek ini merupakan tanggung jawab Satker PJN Wilayah III Sulteng di bawah BPJN Sulteng Ditjen PUPR sesuai dengan nomor kontrak HK.02.01/KONT – REKONST.PALU 2/Bp.1.4.7.8/785, dengan PT Pasokorang selalu Kontraktor pelaksana.
Mirisnya, saat ini proyek yang dianggarkan. Ratusan milyar rupiah ini mulai mengalami kerusakan disana sini, mulai dari aspal yang terkelupas, aspal yang mengalami keretakan hingga lubang ,drainase yang patah hingga pasangan trotoar yang patah dan rusak parah.
Sayangnya, kondisi ini tidak mendapat perhatian serius pemerintah khususnya BPJN Sulteng selaku penanggung jawab dari pemerintah terhadap hasil kerja rekanan. Kondisi ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat pengguna jalan, mereka menyayangkan proyek ratusan milyar dengan kualitas seadanya.

Bahkan, disejumlah.titik tampak saluran drainase dan trotoar tidak rampung dikerjakan PT Pasokorang selalu kontraktor, bahkan saat banjir melanda beberapa hari lalu tampak saluran drainase belum sepenuhnya saling terhubung dengan saluran kecil dari pemukiman warga menjadi pemicu banjir.
Kerusakan badan jalan terparah nampak diperempatan jalan Padanjakaya, poe bongo dengan jalan poros Vatudea Marawola ,kubangan air dilokasi jebolnya aspal dibahu jalan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.
Demikian pula dibeberapa titik diruas jalan Marawola hingga ke Jembatan Kasubi-Sunju kabupaten Sigi, beberapa bahu jalan mulai mengalami keretakan hingga amblas . Kondisi ini seakan menjawab dugaan kongkalikong antara Pemerintah yakni BPJN Sulteng dengan Kontraktor serta pengawas proyek terkait kualitas dan kuantitas mutu pekerjaan mereka diruas ini.

Ada sekian ratus meter diantaranya yang tidak dibuatkan drainase, baik yang masuk di wilayah Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi maupun di Kelurahan Palupi wilayah Kota Palu. Proyek ini dikerjakan pada ruas jalan Munif Rahman, jalan Padanjakaya, jembatan Palupi (baru) jalan Pue Bongo II (lama), sebagian jalan poros Palu Bangga, hingga jalan menuju Jembatan Kasubi.
Kondo (43) ,salah satu warga kelurahan Pengawu mengeluhkan kondisi jalan Padanjakaya yang baru selesai dikerjakan oleh PT Pasokorang beberapa bulan silam, lubang dibahu jalan tepat diperempatan jalan Poebongo II dan Padanjakaya ini merupakan bukti kualitas pekerjaan yang Abal Abal.
” Coba komiu liat itu aspal dilampumerah kecil di ujung jalan Padanjakaya perempatan bawah, so makin lebar dan bahayakan , masa pemerintah tutup mata?”protesnya.
Sementara itu, Rusli ( 50) warga Kabonena menyampaikan keluhannya terkait kualitas trotoar yang dipasang dibahu jalan sepanjang jalan Munif Rahman Silae hingga ke Kabonena. Dia mengelukan kualitas pekerjaan paving blok yang dipakai pada trotoar yang saat ini telah mengalami kerusakan.
” Itu banyak pasangan paving di trotoar yang dibangun oleh PT Pasokorang yang sudah patah,lepas bahkan rusak, Ndak ada upaya diperbaiki kembali oleh kontraktor ” ujarnya kepada media ini ,Minggu ( 25/08/2024).***
Pewarta : Arman
Editor : HERU
















