Palu,Portalsulawesi.Id- Rencana Peresmian Jembatan Palu IV yang sempat ramai diberitakan media mitra Pemprov Sulawesi Tengah dipastikan tertunda, proyek yang dikerjakan dengan skema dana hibah dari pemerintah jepang ini dipastikan tidak jadi diresmikan seperti waktu yang disampaikan Anwar Hafid beberapa waktu lalu.
Jembatan Palu IV saat ini atau dahulu kerap disebut Jembatan Ponulele adalah proyek pembangunan kembali struktur jembatan dan jalan penghubung antara kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat dengan Kelurahan Besusu Kecamatan Palu Timur Kota Palu yang dikerjakan sejak 1 Juli tahun 2022.
Pembangunan jembatan yang terletak di atas teluk Talise ini dimulai sejak 1 Juli 2022 dengan panjang bentangan sepanjang 250 meter, proyek ini menelan biaya berkisar Rp 267,3 miliar.
Pembangunan Jembatan Palu IV atau yang dikenal Jembatan Kuning di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) telah rampung berdasarkan kontrak hibah dari Pemerintah Jepang. Namun jembatan ini belum bisa dilalui dan ditarget baru akan beroperasi pada awal tahun 2026 mendatang.
Komisi V DPR RI pada Kamis (19/06/2025) silam pernah melakukan kunjungan kerja dalam bingkai kegiatan Reses, Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras meninjau secara langsung jembatan yang tengah dikebut untuk diselesaikan pengerjaannya
Dihadapan Gunernur Sulteng, Anwar Hafid dan para anggota Komisi V dan pejabat utama PUPR yang hadir, kepala BPJN Sulteng Dadi Muradi menjelaskan bahwa usai rampung dikerjakan strukturnya maka jembatan tersebut akan dilaksanakan berbagai uji test diantaranya uji beban dan juga audit keselamatan.
Tetapi, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menyampaikan ke publik pada kegiatan Musrenbang RPJMD Provinsi Sulteng 2025-2029, Senin (30/06-2025).menyampaikan bahwa tanggal 16 Juli nanti, Jembatan IV Palu akan diresmikan.
Gubernur menyampaikan bahwa pada peresmian tersebut akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Tanggal 16 itu Menko infrastruktur dan lima menteri akan hadir di Palu,” terangnya.
Bahkan , kader Partai Demokrat tersebut mengajak Bupati dan Walikota hadir langsung di acara, sebab di momen ini juga akan dilakukan diskusi dan penyerapan aspirasi oleh Menko AHY.
“Tolong bupati walikota hadir kalau bisa jangan diwakili,” himbaunya kala itu.
Tetapi , rencana peresmian jembatan fenomenal ini ternyata tidak seperti yang disampaikan Anwar Hafid selaku Gubernur Sulteng. Kepastian peresmian yang sempat disebut direncanakan tanggal 16 Juli 2025 dipastikan tidak terlaksana, hal ini disampaikan langsung Anwar Hafid digroup WhastApp khusus media partner Gubenur “Berani”.
“Menurut info terkahir kerena masih ada pengerjaan belum selesai jadi belum diresmikan, tapi hanya akan melihat meninjau langsung,”tulis Gubernur Sulteng Anwar Hafid , Senin (7/7-2025).
Informasi terkait batalnya peresmian Jembatan Palu IV ini mendapat tanggapan beragam dari warga Sulteng, banyak orang menganggap Anwar Hafid selaku Gubernur suka bicara berlebihan tanpa bisa direalisasikan.
” Gubernur ” prank” lagi Torang, sama nasibnya dengan program beasiswa Berani Cerdas, dapa Prank Torang ” ungkap Hardiman ,warga Layana kecewa.
Kekecewaan juga melanda pelaku UMKM dikota Palu, mereka sudah berharap banyak dapat memanfaatkan keberadaan jalan dan jembatan untuk peningkatan ekonomi mikro . ” Kami sudah berharap bisa jualan diarea yang telah disiapkan pasca diresmikan, ternyata hanya ditunda..tanpa jelas kapan mau diresmikan” ujar ibu Pinkan kecewa.
Dengan batalnya peresmian Jembatan Palu IV tersebut, komunikasi Gubernur Sulteng dengan Kementrian terkait patut dipertanyakan, pasanya hal penting seperti ini seharusnya tidak terjadi karena bisa berdampak kepada tingkat kepercayaan publik kepada pemimpin daerahnya.
” Sepertinya komunikasi Gubernur selaku kepala daerah dengan Kementrian pusat kurang nyambung, ataukah para pembantu gubernur yang kurang update terkait kondisi terkini di proyek jembatan Palu IV tersebut? ” Sindir AM, sumber yang meminta namanya disamarkan.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direncanakan hadir di Palu pada 10 Juli 2025 mendatang, dalam rangka kunjungan peninjauan proyek rekonstruksi dan penanganan tanggul di jalan Cumi-cumi atau Coast Area, serta penyerahan simbolis peta dasar untuk seluruh Gubernur di Pulau Sulawesi.
Dilansir dari Mercusuar.Id, terbitan Kamis (03/07/2025), Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Dadi Muradi menyampaikan bahwa Menteri AHY bakal memberikan sambutan dalam kunjungan tersebut
“Dalam rundown yang dibuat oleh Kementerian ada beberapa agenda. Di antaranya adalah sambutan dari Gubernur Sulteng, Menteri PPN yang juga Kepala Bappenas, lalu sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga Kepala BPN, serta arahan kunci dari Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono,” urai Dadi Muradi. ***
Pewarta : Heru












